post

Man of the Match Palmeiras vs Botafogo: John

PUSAT SCOREBotafogo tersingkir usai kalah menyesakkan dari Palmeiras di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025. Botafogo dikalahkan sesama wakil Brasil itu dengan skor 0-1.

Gol Palmeiras ke gawang Botafogo yang dikawal John dilesakkan oleh pemain pengganti Paulinho di extra time. Gol tunggal tersebut lahir di menit 100.

Walau kalah dan timnya tersingkir, John mendapatkan apresiasi berkat penampilannya. Kiper 29 tahun Brasil bernama lengkap John Victor Maciel Furtado tersebut dinobatkan sebagai Man of the Match.

Statistik John vs Palmeiras

  • 4 saves
  • 1 goal conceded
  • 2 high saves
  • 6 dangers cleared
  • 10 ball recoveries

Jika bukan berkat John dengan performa solidya di bawah mistar, Botafogo mungkin sudah kalah lebih telak di waktu normal tanpa harus ke extra time.

Langkah Botafogo terhenti, sementara Palmeiras lanjut ke perempat final. Di babak 8 besar, Palmeiras akan melawan salah satu dari Benfica atau Chelsea.

Babak 16 Besar Piala Dunia Antarklub 2025

Sabtu, 28 Juni 2025

  • 23.00 WIB – Palmeiras 1-0 Botafogo

Minggu, 29 Juni 2025

  • 03.00 WIB – Benfica vs Chelsea
  • 23.00 WIB – PSG vs Inter Miami

Senin, 30 Juni 2025

  • 03.00 WIB – Flamengo vs Bayern Munchen

Selasa, 1 Juli 2025

  • 02.00 WIB – Inter Milan vs Fluminense
  • 08.00 WIB – Manchester City vs Al Hilal

Rabu, 2 Juli 2025

  • 02.00 WIB – Real Madrid vs Juventus
  • 08.00 WIB – Borussia Dortmund vs Monterrey

Untuk Nonton Live Streaming Bola Bisa Langsung Ke PUSAT SCORE

post

Hasil Palmeiras vs Botafogo: Skor 1-0 (Extra Time)

PUSAT SCOREPalmeiras mengalahkan Botafogo di babak 16 besar Piala Dunia Antarklub 2025, Sabtu, 28 Juni 2025. Laga Palmeiras vs Botafogo di Lincoln Financial Field, Philadelphia, ini berkesudahan 1-0.

Gol penentu kemenangan Palmeiras atas sesama wakil Brasil itu disarangkan oleh pemain pengganti Paulinho di extra time. Gol tunggal yang menjadi pembeda itu dicetaknya pada menit 100.

Palmeiras melangkah ke perempat final. Selanjutnya, mereka akan melawan salah satu dari Benfica atau Chelsea di babak 8 besar.

Jalannya Pertandingan Palmeiras vs Botafogo

Palmeiras menguasai penguasaan bola dan menciptakan lebih banyak peluang di waktu normal. Namun, ketangguhan kiper Botafogo, John, membuat laga tetap tanpa gol hingga 90 menit berakhir.

Botafogo sempat memberi tekanan jelang peluit panjang. Sayangnya, peluang yang mereka miliki belum mampu dikonversi menjadi gol.

Pertandingan berlanjut ke babak tambahan waktu dengan kedua tim melakukan beberapa pergantian pemain. Palmeiras masih tampil dominan, terus menekan pertahanan Botafogo.

Gol yang ditunggu akhirnya hadir di menit ke-100 lewat aksi Paulinho. Pemain pengganti itu melakukan cut inside dan melepas tembakan akurat ke tiang jauh.

Gol tersebut jadi satu-satunya dalam pertandingan ini, sekaligus membawa Palmeiras unggul. Selebrasi meledak di kubu Verdao, sementara Botafogo mulai kehabisan waktu.

Botafogo hampir menyamakan skor lewat peluang emas dari Vitinho di menit ke-115. Setelah itu, Palmeiras harus menghadapi tekanan tambahan di menit akhir babak tambahan. Kapten mereka, Gustavo Gomez, diusir wasit karena pelanggaran tanpa bola dan menerima kartu kuning kedua pada menit 116.

Bermain dengan 10 pemain membuat Palmeiras bertahan habis-habisan. Akan tetapi, mereka mampu menjaga keunggulan hingga peluit panjang dibunyikan.

Dengan kemenangan ini, Palmeiras menjadi tim pertama yang lolos ke babak perempat final. Mereka akan menghadapi pemenang antara Benfica dan Chelsea di fase selanjutnya.

Jika Chelsea menang, Palmeiras akan bertemu dengan klub baru Estevao Willian, wonderkid mereka yang baru saja dijual.

Starting XI Palmeiras vs Botafogo

Palmeiras (4-2-3-1): Weverton; Piquerez, Fuchs, Gomez, Giay; Martinez, Rios; Estevao, Mauricio, Allan; Roque

Pelatih: Abel Ferreira

Botafogo (4-1-2-3): John; Telles, Barboza, Cunha, Vitinho; Danilo; Freitas, Allan; Savarino, Jesus, Artur

Pelatih: Renato Paiva

Untuk Nonton Live Streaming Bola Bisa Langsung Ke PUSAT SCORE

post

Wessam Abou Ali dalam Polemik Standar Ganda FIFA

PUSATSCORE – Wessam Abou Ali baru saja memecahkan rekor baru di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 dengan mencetak hattrick untuk timnya Al-Ahly pada laga melawan FC Porto. Namun, prestasinya yang mencolok jadi sorotan jurnalis dan warganet karena keengganan FIFA untuk membuat unggahan khusus untuk mengapresiasi Abou Ali. Padahal, FIFA merayakan rekor Khvicha Kvaratskelia lewat unggahan soal statusnya sebagai pemain Georgia pertama yang mencetak gol di turnamen tersebut.

Siapa sebenarnya Wessam Abou Ali? Apa pula yang bisa kita petik dari sikap FIFA ini? Mari kupas lebih jauh sambil berkenalan dengan profil striker Al Ahly itu.

1. Lahir dan besar di Denmark dari orangtua asal Palestina

Wessam Abou Ali adalah pemain berkebangsaan Palestina dan Denmark. Ia lahir dari kedua orangtua asal Palestina di kota Aalborg, Jutlandia, Denmark pada 1999. Seperti banyak orang Palestina pada umumnya yang terdampak migrasi paksa dan okupasi Israel, ayah Abou Ali besar dan tinggal di Lebanon hampir separuh hidupnya. Ia bermigrasi ke Denmark pada 1980-an dan membangun keluarga di negara Skandinavia itu. Ini yang menjelaskan mengapa Abou Ali masih punya banyak kerabat di Lebanon.

Di Denmark, Abou Ali kecil bergabung dengan akademi sepak bola lokal, Aalborg BK. Abou Ali sempat bergabung dengan tim utama Aalborg, tetapi akhirnya dipinjamkan ke Vendsyssel FF yang markasnya berjarak sekitar 40 menit dari tim masa kecilnya. Ia bertahan di tim itu selama 4 tahun dari 2019 hingga 2023. Pada 2023, ia hijrah ke Swedia untuk bergabung dengan tim papan tengah Allvenskan, IK Sirius FK. Tak sampai setahun, tawaran lain datang dari Mesir dan Abou Ali menerimanya.

2. Musim pertamanya di Al Ahly berjalan lancar

Pada Januari 2024, Abou Ali resmi berseragam Al Ahly dan tak menemukan kesulitan berarti. Abou Ali dipercaya jadi striker andalan dan berhasil menyumbang 19 gol. Ini sekaligus menjadikannya topskor Liga Premier Mesir. Padahal, ia baru bergabung pada paruh kedua musim 2023/2024. Ia juga menyumbang 6 gol untuk Al Ahly pada CAF Champions League musim itu.

Musim keduanya tak kalah menawan. Abou Ali berkontribusi dalam 16 gol di Liga Premier Mesir dan 10 gol di CAF Champions League. Bersama timnya, ia mengicip gelar juara liga domestik dan semifinal kompetisi regional. Berkat gelar juara domestik itu pula, Abou Ali dan timnya berhak berlaga di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025 yang diselenggarakan di Amerika Serikat sepanjang Juni-Juli 2025 ini.

Pada periode yang sama, Abou Ali dapat panggilan untuk membela timnas sepak bola pria senior Palestina. Sesuatu yang mungkin tak ia duga, mengingat pada usia belianya Abou Ali pernah bergabung dengan timnas kelompok usia Denmark. Abou Ali membantu Palestina sepanjang Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia dan berhasil mengantar timnya mencapai ronde ketiga. Sayang, langkah mereka terhenti setelah laga melawan Oman pada 10 Juni 2025 berakhir imbang.

3. Rekor barunya di Piala Dunia Antarklub dan standar ganda FIFA

Tak berhenti memukau fans Al-Ahly, Wessam Abou Ali kembali memecahkan rekor dengan mencetak hattrick pada laga terakhir fase grup lawan FC Porto. Pertandingan berakhir imbang 4-4, tetapi ini jadi sejarah baru yang susah buat diabaikan. Sebuah utas atau unggahan khusus buat Abou Ali harusnya dibuat FIFA untuk merayakan prestasi pemain asal Palestina itu.

Namun, FIFA justru memilih tidak menyebut namanya sama sekali di unggahan mereka. Sebagai gantinya, unggahan itu hanya berisi foto Abou Ali dan salah satu pemain Porto FC. Sisi yang disorot FIFA justru jumlah gol terbanyak dalam 1 pertandingan tanpa menyebut sama sekali rekor hattrick Wessam Abou Ali. Warganet pun geram atas perlakuan ini. Leyla Hamed, salah satu jurnalis olahraga yang vokal soal Palestina menyindir keras FIFA.

Hal ini cukup ganjil sebenarnya mengingat pada September 2024 dan Juni 2025 FIFA merilis artikel wawancara dan fitur Wessam Abou Ali. Seharusnya tak ada keraguan bagi mereka untuk mengapresiasi rekor Abou Ali dan menyebut negaranya. Apakah ini bentuk standar ganda FIFA? Apa pendapatmu?

post

Liverpool Akan Dapat Bek Tengah Baru Pekan Depan, Marc Guehi?

PUSATSCORE – Liverpool diprediksi belum berhenti berburu pemain baru di bursa transfer musim panas 2025 ini. Teranyar, The Reds dikabarkan sudah mengincar bek tengah baru.

Dilansir Daily Mail, Liverpool akan mendapatkan bek tengah baru pekan depan. Ada dua nama yang diprediksi bakal mereka rekrut. Siapa sajakah itu?

1. Salah satunya adalah Marc Guehi

Dua nama bek tengah yang tengah dikejar oleh Liverpool adalah Jorrel Hato dan Marc Guehi. Nama terakhir memang tengah menarik perhatian usai tampil apik bersama Crystal Palace musim lalu.

Sedangkan Hato dinilai memiliki potensi untuk jadi bek terbaik dunia. Dengan usianya yang masih 19 tahun, dia masih punya peluang untuk berkembang, apalagi dia akan diasuh Virgil van Dijk sebagai sesama pemain asal Belanda.

2. Guehi jadi pilihan paling realistis

Bagi Liverpool, merekrut Guehi jadi pilihan paling realistis. Sang pemain sudah paham betul dengan atmosfer Premier League. Dia juga telah menorehkan 132 penampilan di kompetisi itu.

Sementara itu, merekrut Hato bisa jadi perjudian tersendiri buat Liverpool. Dia masih terlalu muda. Plus, kerap ada kesulitan yang terjadi ketika pemain yang mentas di Eredivisie pindah ke Premier League.

3. Liverpool berpeluang kehilangan bek tengah

Perekrutan di posisi bek tengah ini tak lepas dari potensi kepergian beberapa bek tengah Liverpool. Kini, mereka dalam proses melepas Jarrell Quansah ke Bayer Leverkusen.

Liverpool juga belum mencapai kata sepakat dengan Ibrahima Konate soal perpanjangan kontrak. Bek berusia 26 tahun itu meminta kenaikan gaji, tetapi ‘The Reds’ urung memberikannya.

post

Giroud Mau Pulang Kampung, Gabung Lille

PUSAT BOLA – Olivier Giroud rupanya sudah kangen Prancis. Penyerang gaek itu berencana balik ke Ligue 1 untuk memperkuat Lille.
Giroud saat ini masih terikat kontrak dengan Los Angeles FC setelah gabung pada 2024. Kontrak tersebut akan habis enam bulan lagi.

Namun, Giroud tidak ingin menghabiskan kariernya di Negeri Paman Sam. Dia punya keinginan untuk kembali bermain di Ligue 1 sebelum gantung sepatu.

Dikutip ESPN, LAFC tidak akan menghalangi niatan Giroud itu dan malah mempersilakan pesepakbola 38 tahun itu untuk pindah. Giroud disebut akan gabung Lille untuk menggantikan Jonathan David di lini serang.

Jika kepindahannya tuntas, Giroud akan kembali ke Ligue 1 setelah 13 tahun pergi. Dia meninggalkan negaranya usai membawa Montpellier juara Liga Prancis 2011/2012 dan gabung dengan Arsenal.

Giroud bermain enam tahun dengan 105 gol dari 253 laga sebelum nyebrang ke Chelsea pada Januari 2017. Dia bermain 119 kali di sana dengan torehan 39 gol.

Giroud kemudian memilih pindah ke AC Milan pada 2021 dan bermain tiga musim di sana dengan 49 gol dari 132 laga. Giroud lantas pindah ke LAFC tahun lalu dan sudah bermain 37 kali dengan hanya bikin lima gol.

Pengoleksi 137 caps dan 57 gol bersama Timnas Prancis itu bakal memainkan partai terakhir bersama LAFC saat jumpa Vancoucer Whitecaps FC akhir pekan ini, sebelum terbang ke Prancis untuk menuntaskan kepindahannya.

post

“AC Milan Tolak Lepas Rafael Leao”

PUSAT BOLA – Rafael Leao akhir-akhir ini santer dikaitkan dengan kepergian dari AC Milan. Direktur klub Igli Tare menegaskan, Leao penting untuk Rossoneri.
Winger kiri internasional Portugal itu baru saja mengarungi musim keenamnya berkostum Rossoneri. Leao mengemas 12 gol dan 13 assist dalam 50 penampilan, tapi gagal melejitkan Milan justru redup.

Milan hanya finis kedelapan di Liga Italia dan dipecundangi Bologna di final Coppa Italia. Sedangkan di Eropa, Milan gagal lolos ke fase knock out Liga Champions.

Sejumlah klub Premier League dan Bayern Munich dikabarkan berminat menggunakan jasa Rafael Leao. Milan pun tidak akan keberatan melego Leao asal ditebus paling tidak seharga 70 juta euro (Rp 1,3 triliun).

Namun, Tare membantah rumor-rumor seputar masa depan Rafael Leao. Pesepakbola berusia 26 tahun itu akan jadi bagian penting dari skuad AC Milan besutan Massimiliano Allegri di musim depan.

“Saya kira Leao itu seorang juara sejati: hanya segelintir pemain saja di sepakbola sekarang ini, yang mampu menentukan pertandingan. Dia itu pemain fundamental untuk tim kami, sekaligus untuk proyek kami,” cetus Igli Tare dikutip Sempremilan.

“Saya menganggap dia sebagai bidak yang penting untuk proyek kami: dia punya segalanya untuk jadi seorang juara sejati. Dia selama ini menunjukkannya, tapi saya pikir dia belum benar-benar menunjukkan apa yang dia bisa.”

“Tawaran? Kami belum menerima apapun, berbagai ketertarikan yang ada semuanya cuma rumor pasar,” sebut Tare perihal masa depan Rafael Leao.

post

Tes Medis Tuntas, Liverpool Perkenalkan Milos Kerkez

PUSATSCORE – Liverpool meresmikan transfer Milos Kerkez dari AFC Bournemouth. Sang pemain sudah lolos tes medis tim pada Kamis (26/6/2025).

Kerkez pun jadi rekrutan anyar ketiga Liverpool musim ini, setelah Jeremie Frimpong dan Florian Wirtz. Dia diproyeksikan memperkuat sisi kiri pertahanan Liverpool.

1. Kerkez merasa terhormat gabung Liverpool

Dilansir situs resmi Liverpool, Kerkez merasa terhormat bisa bergabung dengan Liverpool. Dia pun tak sabar untuk segera membela salah satu klub terbesar di Inggris itu.

“Saya sangat senang, dan sebuah kehormatan juga bagi saya untuk membela salah satu tim terbaik di Inggeis dan dunia. Saya tidak sabar untuk segera main dengan seragam Liverpool,” ujar Kerkez.

2. Mudik dulu, baru bekerja di Liverpool

Usai transfernya rampung, Kerkez mengaku akan mudik dulu ke Hungaria selama beberapa hari. Setelah berlibur dan menyegarkan diri, dia akan segera bergabung dengan sesi latihan tim.

“Sekarang, saya akan mudik dulu ke rumah untuk beberapa hari, dan kemudian saya tidak sabar untuk segera berlatih, mempersiapkan diri untuk musim depan,” ujar Kerkez.

3. Kerkez ciamik bersama Bournemouth

Kerkez direkrut ke Liverpool usai mempertontonkan performa ciamik bersama Bournemouth dalam dua musim terakhir. Dia total menorehkan 74 penampilan, berbalut torehan dua gol dan delapan assist.

Milos Kerkez juga masuk dalam daftar PFA Young Player of the Year musim 2024/25, serta sempat jadi finalis Golden Boy Award 2023. Lagi-lagi, Liverpool merekrut sebuah investasi jangka panjang.

post

Lika-liku Kisah Klub Sepak Bola di DKI Selain Persija Jakarta

PUSATSCORE – Jakarta genap berusia 498 tahun pada 22 Juni 2025. Kota ini tak bisa dilepaskan dari Persija, klub sepak bola penuh sejarah yang kiprahnya mewarnai perubahan peradaban wilayah Metropolitan ini.

Sampai saat ini, klub yang dijuluki Macan Kemayoran tersebut bahkan menjelma jadi salah satu yang paling disegani seantero Indonesia. Tak hanya itu, klub ini juga punya jutaan pendukung fanatik yang bernama The Jakmania.

Menariknya, The Jakmania ini berasal dari seluruh wilayah Jakarta, bahkan di kota-kota penyangga, seperti Depok, Tangerang Selatan, bahkan hingga Bogor.

Menariknya, Jakarta nyatanya jadi satu wilayah diwarnai banyak klub sepak bola, baik yang profesional, mau pun yang amatir. Mulai dari klub yang pernah bermain di kata tertinggi, hingga Persija Jakarta, yang kini jadi salah satu klub tersukses di tanah air.

Lalu, apa saja, sih, klub sepak bola yang ada di ibu kota Indonesia ini selain Persija Jakarta?

1. PSJS, bergeliat pelan di tengah masifnya pertumbuhan Jakarta Selatan

Berbicara Jakarta Selatan (Jaksel), banyak orang mungkin akan teringat gaya bicara warga Jaksel. Orang-orang gemar mencampur bahasa Indonesia dan Inggris dalam obrolan sehari-hari. Namun, Kotamadya Jakarta Selatan tak hanya soal gaya bahasa yang unik itu.

Sejak menjadi ‘kota baru’ di wilayah DKI Jakarta per tahun 1966, Jakarta Selatan memang berkembang sangat pesat dan menandingi level elite yang dimiliki Jakarta Pusat. Walau berasal dari wilayah yang tumbuh pesat, Jaksel nyatanya tak punya klub sepak bola semewah Persija Jakarta.

Walau begitu, ada nama PSJS di sana. Awalnya, PSJS berdiri karena sang saudara tua, Persija Jakarta, ingin agar pengembangan sepak bola juga menjamah wilayah selatan. Mendapat restu, lalu berdirilah sebuah klub dengan nama Persija Selbar (Selatan-Barat) pada 11 Maret 1975.

Seiring waktu, Persija Selbar lalu berpisah dan masing-masing menjadi PSJS dan Persija Barat (untuk wilayah Jakarta Barat). Perpisahan ini yang mengawali langkah PSJS menjadi klub mandiri.

Walau begitu, PSJS sejatinya mengalami nasib yang sama seperti dialami klub Jakarta lain selain Persija Jakarta, yakni tidak mendapat perhatian memadai.

Namun, ketika klub seperti Persitara Jakarta Utara mengalami masalah eksistensi, PSJS secara luar biasa mampu selamat dan terus ada. Semua itu berkat campur tangan dari Asosiasi Kota (Askot) PSSI Jakarta Selatan.

Di level grassroots, Askot Jaksel rutin mengadakan kompetisi untuk kelompok umur U-11, U-15, hingga U-17. Selain itu, mengusung bendera Askot Jaksel juga, pembentukan tim senior PSJS diinisiasi.

PSJS kini masih eksis di Jakarta Selatan, tapi kini klub tersebut ganti nama jadi Jaksel FC sejak tahun 2022. Jaksel FC kini bermain di Liga 3 Zona DKI Jakarta.

Sebagai klub yang ada di wilayah yang tengah tumbuh pesat seperti Jaksel, klub ini nyatanya masih tertatih. Walau begitu, Jaksel FC masih terus ada dan berjuang menjaga eksistensinya.

2. Persitara, saudara muda dari utara yang sempat bersaing dengan Macan Kemayoran

Sama seperti PSJS dan beberapa klub Jakarta lainnya, Persitara juga lahir dari keputusan Persija Jakarta yang ingin mewadahi pertumbuhan sepak bola di wilayah-wilayah DKI Jakarta. Kala itu, pada 1976, muncullah Persija Timut (Timur-Utara).

Berselang tiga tahun sejak dibentuk, Persija Timur kemudian dibagi dua menjadi Persija Timur, yang kini rutin berlatih dan bermain di Stadion Bea Cukai, Rawamangun, Jakarta Timur, sementara di utara, muncul Persitara Jakarta Utara. Di utara pula, kemudian muncul kelompok suporter Persitara yang kelak mampu menandingi fanatisme dan kemeriahan The Jakmania, yakni NJ Mania.

Persitara bisa dibilang saudara muda Persija Jakarta yang mampu menandingi level kompetitif sang saudara tua. Pada musim kompetisi 2006, Laskar Si Pitung, julukan Persitara, mampu satu divisi dengan Macan Kemayoran.

Munculnya Persitara di kasta tertinggi kala itu membawa angin segar bagi publik sepak bola ibu kota. Kala itu, masih bercokol Persijatim (yang kini sudah menjadi Sriwijaya FC) yang disesaki pemain berbakat tapi minim suporter.

Persitara hadir di utara ibu kota untuk menjadi kebanggaan publik Jakarta Utara. Bermarkas di Stadion Tugu, Si Pitung juga pernah sekali mencuri kemenangan atas Ismed Sofyan dan kolega kala itu.

Sayang, pada 2010, Laskar Si Pitung harus terdegradasi. Imbasnya, mereka sulit bangkit sampai saat ini. Kesulitan finansial hingga masalah klasik, inkonsistensi di jajaran manajemen, membuat Persitara kini bak hidup segan mati pun tak mau.

Satu-satunya yang membuat klub ini masih eksis hanya satu: loyalitas dari NJ Mania yang tak pernah luntur.

3. Persija Barat, menjaga eksistensi lewat pembinaan bibit muda


Seperti sudah disinggung sedikit di bagian terkait PSJS di atas, Persija Barat memang lahir berbarengan dengan PSJS dengan nama awal kala itu Persija Selbar (Selatan-Barat). Seiring waktu, ketika PSJS “memerdekakan diri”, Persija Barat kemudian menjadi entitas tunggal baru di Jakarta Barat.

Bila sebelumnya rutin menggunakan Stadion Bulungan, Jakarta Selatan, kini Cupang Serit, julukan Persija Barat, memfokuskan diri kepada pembinaan pemain muda dan rutin berlatih di Stadion Cenderawasih, Cengkareng, Jakarta Barat.

Sepanjang sejarahnya, Persija Barat memang tak mencolok seperti Persitara, yang mampu bersaing dengan Persija Jakarta. Sebaliknya, prestasi terbaiknya hanya mentas di Divisi Satu Liga Indonesia pada 2012 lalu. Setelahnya, mereka hanya berkompetisi di Liga Nusantara, Piala Soeratin, dan mentas dii Liga 3 regional DKI Jakarta.

Sejak berpisah dari PSJS, Persija Barat seolah memiliki prioritas mengembangkan bibit-bibit muda di lingkup kompetisi internal Askot PSSI Jakarta Barat. Mirip dengan yang dilakukan saudara kembarnya, PSJS, Persija Barat juga rutin membina pemain dari kelompok umur U-13, U-15, hingga U-17.

Nasib baik yang tak kalah krusial, dibandingkan PSJS dan Persitara, Persija Barat lebih beruntung karena mampu rutin mengadakan latihan dan kompetisi internal di Stadion Cenderawasih. 

Walau tak banyak berprestasi dan bergelimang trofi, setidaknya, napas Persija Barat dengan pengembangan bibit-bibit mudanya, layak diapresiasi setinggi mungkin. Bukan tak mungkin, kelak akan ada bibit-bibit dari Persija Barat yang mentas di Liga 1 seperti halnya ketika PSJS mengorbitkan Syamsir Alam hingga Amarzukih.

post

Kerkez ke Liverpool, Milan Kecipratan Rp 6 M

PUSAT BOLA – Kepindahan Milos Kerkez ke Liverpool membawa berkah untuk AC Milan. Sebab, Rossoneri mendapat “uang jasa” senilai Rp 6 miliar. Kok bisa?
Kerkez baru saja diresmikan sebagai pemain baru The Reds setelah dibeli 40 juta paun dari Bournemouth. Kerkez dikontrak lima tahun dan diproyeksikan sebagai bek kiri baru Liverpool.

Kedatangan Kerkez membuat total belanja Liverpool melebihi 200 juta paun untuk lima pemain, termasuk Florian Wirtz yang dibeli 100 juta paun. Jumlah itu belum termasuk bonus apabila beberapa syarat terpenuhi

Kerkez memang sudah lama jadi incaran Liverpool yang ingin meremajakan sektor bek kiri mereka, karena Andy Robertson menua dan Kostas Tsimikas akan dijual. Kerkez tampil mantap selama dua tahun di Bournemouth dengan dua gol dan delapan assist dari 74 laga.

Melesatnya performa Kerkez ini bisa dibilang membuat AC Milan menyesal. Sebab, Kerkez sempat bermain untuk Milan U-19 pada tahun 2021-2022 setelah pindah dari klub Hungaria Gyor.

Sayangnya Kerkez tidak mendapat kesempatan tampil di utama dan dijual ke AZ Alkmaar seharga 1,175 juta euro pada 2022. Harga transfer Kerkez kini sudah mencapai 40 kali lipatnya.

Meski demikian, Milan setidaknya masih mendapat “hadiah” dari transfer Kerkez tersebut. Menurut aturan FIFA, klub tempat setiap pemain menimba ilmu akan mendapat sekitar 8-10 persen dari total nilai transfer.

Dikutip Football Italia, Milan menerima sekitar 320 ribu euro atau Rp 6 miliar dari kepindahan Kerkez tersebut. Angka tersebut bisa menambah dana transfer Milan yang terbatas musim panas ini.

post

“Arsenal Dekati Bek Muda Valencia Ini”

PUSAT BOLA – Arsenal berencana untuk memperkuat lini belakangnya lagi. The Gunners lagi mengupayakan kepindahan bek muda Valencia Cristhian Mosquera.
Dikutip The Athletic, Direktur Olahraga Arsenal Andrea Berta dan manajer Mikel Arteta sudah mendekati Mosquera. Mosquera tertarik dengan proposal yang diajukan Arsenal.

Kini Arsenal tinggal menghubungi Valencia untuk menebus pemain 20 tahun tersebut. Mengingat kontrak Mosquera cuma tersisa setahun, Arsenal berencana menebusnya paling mahal di kisaran angka 17 juta paun.

Mosquera dianggap cocok untuk menambah kekuatan di lini belakang Arsenal yang musim lalu mengandalkan William Saliba dan Gabriel Magalhaes. Mereka berdua total hampir bermain di 100 laga.

Sementara pelapisnya seperti Jakub Kiwior, Jurrien Timber, Ben White, dan Riccardo Calafiori, sering bergantian absen karena cedera. Mosqeura bermain 90 kali sejak debut di tim senior pada Januari 2022 dengan torehan satu gol.

Mosquera bermain 41 kali musim lalu dengan bermain penuh sebanyak 37 kali dari total 38 laga di Liga Spanyol. Punya fisik yang kuat dan kemampuan olah bola yang oke, Mosquera akan jadi aset jangka panjang Arsenal.

Arsenal sejauh ini belum menggaet pemain sama sekali di bursa transfer. Gelandang Real Sociedad Martin Zubimendi masih dalam proses, sekalipun kesepakatan personal sudah dicapai sejak awal tahun.