SAUDI ARABIA, 11 Oktober 2025 — Meski mengalami kekalahan tipis 2-3 dari Arab Saudi di laga pembuka Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, memastikan bahwa perjuangan timnya belum selesai.
Dalam konferensi pers, Idzes menyatakan:
“Belum berakhir. Besok kita akan pergi lagi, bersama sebagai satu. Kita adalah orang-orang yang percaya, kita Indonesia.”
Kekalahan tersebut membuat posisi Indonesia berada di dasar klasemen Grup B, dan satu-satunya jalan untuk menjaga asa lolos adalah meraih kemenangan melawan Irak, yang akan dimainkan pada Minggu (12/10) dini hari waktu Indonesia Barat, pukul 02.30 WIB, di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
Tantangan Berat & Harapan
Irak sebagai lawan sulit Dalam lima pertemuan terakhir selama 12 tahun, Indonesia selalu gagal menang atas Irak. Irak kini juga diperkuat pelatih baru, Graham Arnold, yang telah membawa Irak meraih beberapa kemenangan di putaran sebelumnya.
Tekanan mental & motivasi Kondisi “laga hidup mati” menuntut pemain tidak hanya bermain dengan teknik, tetapi stamina dan mental yang prima. Idzes dan rekan-rekannya harus bisa menjaga konsentrasi, meminimalkan kesalahan, dan mengeksekusi peluang.
Siapa yang bisa jadi kunci Bek andalan Indonesia, Kevin Diks, juga membeberkan bahwa Irak bukan lawan mudah dan Indonesia harus “mati-matian” demi menjaga peluang. Seleksi lini depan, taktik menyerang vs bertahan, serta efektivitas memanfaatkan bola mati bisa jadi penentu hasil.
Publik dan ekspektasi Meski peluang lolos makin tipis, dukungan dari suporter dan media bisa menjadi “bahan bakar” moral. Jika Indonesia mampu mencetak kemenangan dramatis, itu akan menjadi motivasi besar untuk masa depan sepak bola nasional.
Jakarta, 10 Oktober 2025 — Usai kekalahan tipis dari Arab Saudi, Timnas Indonesia kembali merasakan pukulan berat: peringkat FIFA turun dari posisi 119 ke 120.
Pemicu Penurunan
Kekalahan 2–3 dari Saudi menggerus poin Indonesia di ranking dunia.
Sementara itu, Malaysia berhasil meraih kemenangan 3–0 atas Laos, sehingga menggeser Indonesia naik ke posisi lebih tinggi.
Sri-Thailand dan Vietnam pun berada di posisi yang semakin menjauh dari Indonesia dalam hal perolehan poin.
Implikasi
Hasil ini memberikan tekanan tambahan kepada tim dan manajemen, terutama jelang laga penentu melawan Irak, yang disebut sebagai “laga hidup mati” untuk menjaga harapan ke Piala Dunia. Timnas Indonesia kini harus berjuang keras di pertandingan selanjutnya agar bisa bangkit dan mempertahankan kesempatan mereka di kompetisi internasional.
Jeddah, 9 Oktober 2025 — Dalam laga krusial Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Indonesia harus menyerah 2–3 dari tuan rumah Arab Saudi.
Jalannya Pertandingan
Indonesia unggul lebih dulu lewat penalti yang dieksekusi Kevin Diks pada menit ke-11.
Namun, Saudi Arabia membalas cepat lewat Saleh Abu Al Shamat sebelum babak pertama usai.
Di babak kedua, Feras Al Brikan mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan.
Menjelang akhir laga, Diks kembali mencetak penalti untuk Indonesia, tetapi itu tak cukup menahan kemenangan Saudi.
Dalam situasi dramatis, pemain Saudi Mohammed Kanno mendapat kartu merah, tetapi Indonesia gagal memaksimalkan keunggulan numerik.
Reaksi dan Dampak
Pelatih Timnas, Patrick Kluivert, mengakui bahwa meskipun timnya tampil seperti “singa” dalam intensitas dan semangat, ada banyak aspek yang perlu diperbaiki.
Kekalahan ini membuat peluang Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026 semakin berat. Kluivert menyebut bahwa timnya harus pulih mental dan memperbaiki efektivitas di lini depan.
PUSATSCORE – Timnas Indonesia tinggal dua langkah lagi untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Mimpi Indonesia akan terwujud, dengan syarat mengalahkan Arab Saudi dan Irak di putaran keempat kualifikasi, pada 9 serta 12 Oktober 2025.
Skenario tersebut dipastikan tidak mudah. Pasukan Garuda harus menentukan nasibnya di Jeddah, bukan tempat netral. Arab Saudi yang berstatus tuan rumah tentu lebih diunggulkan lolos.
1. Hanya akan sulit, bukan tidak mungkin
Latihan perdana Timnas Indonesia di Jeddah, 3 Oktober 2025. (Dok. PSSI).
Kapten Timnas, Jay Idzes, juga merasakan hal serupa. Gambarannya adalah Timnas yang ditahan Arab dengan skor 1-1 di Jeddah, pada pertemuan pertama di putaran ketiga kualifikasi, September 2024.
Namun, bek Sassuolo tersebut tak patah arang. Tim Merah Putih memiliki peluang besar untuk lolos, hanya saja perlu dibarengi perjuangan yang besar.
“Kami sudah dua kali menghadapi mereka. Tahun lalu kami juga bermain di sini. Jadi kami tahu bagaimana kondisinya akan berjalan. Kami tahu ini tidak akan mudah. Bukan tidak mungkin, tapi tidak mudah,” kata Idzes dalam jumpa pers jelang laga, Selasa (7/10/2025).
2. Lawan Arab jadi laga final
Mata Timnas tertuju pada duel kontra Arab, 9 Oktober 2025 dini hari WIB. Laga tersebut bak partai final, mengingat The Green Falcons berstatus tuan rumah.
“Saya rasa, laga besok (lawan Arab) adalah sebuah final. Ekspektasinya tentu besar, pertaruhannya juga tinggi, karena kami mewakili negara dengan 280 juta penduduk,” kata Patrick Kluivert.
3. Timnas tak ada alasan kalah dari Arab
Arab memang lebih diunggulkan karena berstatus tuan rumah. Namun, secara materi tim, Pasukan Garuda jauh lebih mewah.
Banyak pemain Timnas yang tampil di level tertinggi Eropa. Sementara, sebagian besar pemain Arab hanya bermain di kompetisi domestik. Pun, mereka minim menit bermain akibat kalah saing dengan pemain asing yang kalibernya top Eropa.
PUSATSCORE , Alexis Sanchez pernah menjadi bagian penting dalam skuad Barcelona pada 2011–2014. Periode tersebut menjadi momen krusial dalam kariernya untuk menunjukkan kemampuan sebagai seorang pemain dengan insting mencetak gol yang baik. Musim terakhirnya sebagai penggawa Blaugrana bahkan ditutup dengan torehan 19 gol dan 12 assist di LaLiga Spanyol.
Seusai meninggalkan Barcelona, Alexis Sanchez beberapa kali berkesempatan menghadapi mantan klubnya tersebut. Per 6 Oktober 2025, bomber asal Chili tersebut telah melawan Barcelona dalam lima laga berbeda. Hasilnya, ia beberapa kali menyita perhatian berkat torehan gol dan assist, termasuk saat ia membawa Sevilla menang telak atas Barcelona pada kedelapan LaLiga 2025/2026.
1. Assist pertama Alexis Sanchez dalam laga melawan Barcelona terjadi pada Babak 16 besar Liga Champions 2015/2016
Momen pertama kali Alexis Sanchez mencatatkan assist ke gawang Barcelona terjadi pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa 2015/2016. Kala itu, ia tengah menjalani musim kedua bersama Arsenal. Sayangnya, assist itu tak berakhir manis bagi perjalanan The Gunners di ajang tersebut.
Assist Sanchez dalam duel tersebut tercipta untuk gol yang dicetak Mohamed Elneny pada menit 51. Itu sekaligus membuat The Gunners sebagai tim tamu menyamakan kedudukan setelah Barcelona lebih dahulu memimpin lewat gol Neymar Jr pada menit 18. Sayangnya, Arsenal yang kala itu ditangani Arsene Wenger gagal mempertahankan keunggulan seiring terciptanya dua gol lain untuk Barcelona yang dicetak Luis Suarez (65’) dan Lionel Messi (86’).
Kekalahan tersebut sekaligus menghentikan langkah Arsenal di Liga Champions 2015/2016. Sebab, Arsenal gagal memanfaatkan status sebagai tuan rumah pada leg pertama dan kalah dengan skor 0-2, seluruhnya dicetak Messi. Sanchez juga tampil selama 90 menit dalam pertandingan tersebut.
2. Gol Lautaro Martinez ke gawang Barcelona pada fase grup Liga Champions 2019/2020 berkat assist Sanchez
Alexis Sanchez juga sempat merasakan pertarungan menghadapi Barcelona saat berseragam Inter Milan. Momen tersebut terjadi lantaran Inter Milan berada satu grup dengan Blaugrana di Liga Champions 2019/2020. Sayangnya, pertemuan Sanchez dengan Barcelona kali ini kembali berakhir dengan hasil tak maksimal meski sang pemain menunjukkan peran penting dengan mencatatkan assist.
Sanchez dan rekan setimnya di Inter Milan sempat menemukan momentum apik saat bertandang ke markas Barcelona pada matchday kedua Liga Champions 2019/2020. Di bawah asuhan Antonio Conte, tim tamu mampu unggul cepat lewat sontekan Lautaro Martinez pada menit 3, memanfaatkan assist dari Sanchez. Namun, Nerazzurri gagal menutup laga dengan kemenangan lantaran tim tuan rumah membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat dua gol dari Suarez.
Kekalahan di Camp Nou tersebut menjadi salah satu faktor kegagalan Inter Milan lolos dari fase grup. Inter Milan hanya berada di peringkat ketiga, di bawah Barcelona sebagai juara grup dan Borussia Dortmund di peringkat kedua. Inter Milan juga gagal meraih kemenangan saat menjamu Barcelona pada matchday terakhir, ketika Sanchez harus absen karena cedera.
3. Alexis Sanchez mencetak satu gol dan membawa Sevilla menang telak atas Barcelona di LaLiga 2025/2026
Setelah empat pertemuan terlewati dengan rentetan kekalahan, akhirnya Alexis Sanchez berhasil mempersembahkan kemenangan untuk tim yang ia bela saat bertemu Barcelona. Momen tersebut terjadi pada pekan kedelapan LaLiga 2025/2026. Tak sekadar menang, Sanchez mencetak gol dan membawa timnya mencatatkan kemenangan telak atas Blaugrana yang menyandang status sebagai juara bertahan.
Sanchez mencetak gol pembuka dalam laga yang berlangsung di Ramon Sanchez-Pizjuan tersebut. Ia mencatatkan namanya di papan skor melalui gol dari titik putih setelah Isaac Romero dilanggar Ronald Araujo di dalam kotak penalti. Berbekal jam terbang tinggi, Sanchez mampu merobek gawang Blaugrana yang dijaga Marc-Andre ter Stegen dan melakukan selebrasi setelahnya.
Gol tersebut menjadi awal dari hujan gol Sevilla ke gawang Blaugrana. Setelahnya, ada tiga pemain Sevilla yang juga mengemas gol, yaitu Isaac Romero (36’), Jose Angel Carmona (90’), dan Akor Adams (90+6’). Di sisi lain, Barcelona hanya mampu mengemas satu gol lewat sepakan kaki kiri Marcus Rashford pada menit 45+7’.
Rangkaian pertemuan tersebut menunjukkan bagaimana Alexis Sanchez mampu memberi warna tersendiri saat menghadapi mantan klubnya. Meski tak selalu berakhir dengan kemenangan, kontribusinya dalam bentuk gol dan assist menjadi bukti konsistensi serta determinasi tinggi yang ia miliki. Momen teranyarnya bersama Sevilla pun menegaskan bahwa Sanchez tetap menjadi pemain dengan naluri tajam dan pengalaman berharga yang mampu membuat perbedaan pada laga-laga besar.
Jakarta, 7 Oktober 2025 — Tak hanya kompetisi antarnegara yang menarik perhatian pencinta sepak bola, gelaran liga domestik Indonesia musim 2025-26 dan peluncuran bola resmi Piala Dunia juga turut menjadi sorotan.
Liga Super dan Liga 2: Dinamika Kompetisi
Musim 2025–26 Super League Indonesia (BRI Super League) telah berjalan sejak 8 Agustus 2025. Kompetisi ini mencatat sejumlah catatan penting, seperti Gol Terbanyak di satu pertandingan atau kemenangan tandang terbesar.Persib Bandung memasuki musim ini sebagai juara bertahan dan menjadi tim yang banyak diperhitungkan.
Sementara itu, Liga 2 (Championship) juga mengalami transformasi signifikan. Musim ini memperkenalkan penggunaan teknologi VAR (Video Assistant Referee) secara penuh dalam semua pertandingan, setelah sebelumnya hanya diterapkan di pertandingan final dan play-off. Kompetisi ini juga dibagi menjadi dua grup geografis, di mana tim-tim bersaing untuk promosi dan menghindari degradasi.
Pada 6–7 Oktober 2025, ada sejumlah laga menarik yang dijadwalkan, termasuk pertandingan antara Persela vs Persipura di Liga 2, serta duel perempuan di Liga Champions Wanita antara Juventus vs Benfica lewat siaran langsung.
Peluncuran Bola Resmi Piala Dunia: adidas TRIONDA
Di panggung internasional, FIFA dan adidas resmi meluncurkan bola pertandingan resmi untuk Piala Dunia 2026, bertajuk TRIONDA. Nama ini mengandung unsur “tiga gelombang”, menyimbolkan dinamika, gaya permainan, dan inovasi teknologi di setiap sentuhan bola.
Bola TRIONDA akan digunakan dalam seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 dan dirancang dengan teknologi mutakhir agar menyeimbangkan presisi, aerodinamika, serta visual yang menarik di lapangan dan siaran televisi.
Sinergi Lokal dan Global
Perkembangan ini menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia tidak berdiri sendiri dalam konteks nasional. Liga domestik harus terus berevolusi, sementara regulasi dan standar internasional (seperti penggunaan bola resmi global) semakin meresap ke kompetisi lokal. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi klub-klub Indonesia untuk menyesuaikan strategi, latihan, dan taktik agar tak kalah dengan standar global.
Jakarta, 7 Oktober 2025 — Timnas Indonesia kini berada di titik paling kritis dalam perjuangan mereka merebut tiket ke Piala Dunia 2026. Kubu pelatih Patrick Kluivert dan skuad Garuda sedang bersiap menghadapi fase akhir kualifikasi Asia yang sangat menentukan.
Lolos ke Putaran Keempat & Persiapan Awal
Setelah melewati babak sebelumnya dengan performa yang cukup stabil, Indonesia berhasil memastikan diri ke Putaran Keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Untuk itu, skuad Garuda mulai mempersiapkan diri lebih intensif, termasuk sejumlah pemain yang sudah berada di Arab Saudi.
Tim nasional Indonesia juga telah mengangkut 29 pemain lengkap ke Arab Saudi untuk memulai persiapan di markas netral, di mana pertandingan-pertandingan kualifikasi akan digelar.
Pelibatan pemain naturalisasi seperti Kevin Diks dan Verdonk turut menjadi bagian strategi tim dalam memperkuat kualitas skuad.
Tantangan di Depan: Saudi & Irak
Pada Putaran Keempat, Indonesia ditempatkan di grup yang menantang, termasuk menghadapi Arab Saudi sebagai tuan rumah dan juga tim kuat lain seperti Irak. Setiap pertandingan akan sangat menentukan, karena hanya tim-tim terbaik yang akan melanjutkan persaingan ke babak berikutnya
Pelatih Kluivert menyadari bahwa jalur ini tidak mudah, namun dia optimis dengan dukungan penggemar dan semangat tim. Jika Indonesia berhasil meraih kemenangan di laga-laga krusial tersebut, maka mereka akan mencatatkan kembali ke Piala Dunia sejak terakhir tampil di turnamen global pada era pra-kemerdekaan.
Turin, 5 Oktober 2025 — Pertemuan antara Juventus dan AC Milan dalam pertandingan Serie A usai dengan skor 0-0 setelah Christian Pulisic melewatkan tendangan penalti.
Ringkasan Pertandingan
Juventus dan Milan saling menekan sepanjang laga, tetapi tak banyak peluang bersih tercipta.
Pulisic mendapat kesempatan lewat penalti setelah Giménez dilanggar, namun tendangannya melambung di atas gawang.
Di fase akhir, Rafael Leão mencoba peluang spektakuler dengan tembakan dari jarak jauh yang masih melebar.
Juventus juga punya peluang dari serangan balik dan tembakan Jonathan David, namun tidak mampu menembus pertahanan Milan.
Catatan & Implikasi
Hasil imbang ini menghentikan rekor kemenangan Milan yang sudah berlangsung di lima pertandingan sebelumnya.
Bek Milan, Matteo Gabbia, menyatakan bahwa ruang ganti tim “tidak bahagia” karena menargetkan kemenangan, meskipun mempertahankan clean sheet jadi sisi positif.
Bagi Juventus, ini menjadi salah satu dari beberapa hasil imbang beruntun musim ini, yang menyoroti tantangan mereka dalam mengubah dominasi pertahanan menjadi gol.
Kedua tim kini bersiap menghadapi jeda internasional dan akan mengevaluasi performa ofensif mereka agar lebih tajam di laga selanjutnya.
Sevilla, 5 Oktober 2025 — Barcelona harus menerima kenyataan pahit usai kalah 4-1 dari tuan rumah Sevilla dalam lanjutan La Liga. Kemenangan ini menghentikan rekor tak terkalahkan Barca musim ini.
Jalan Pertandingan
Sevilla unggul lebih dahulu lewat penalti yang dieksekusi Alexis Sánchez setelah VAR menunjuk pelanggaran.
Isaac Romero menggandakan kedudukan dalam serangan cepat.
Meski Marcus Rashford sempat memperkecil ketertinggalan sebelum istirahat, Barcelona tidak mampu bangkit di babak kedua.
Tambahan gol dari José Ángel Carmona dan Akor Adams di penghujung pertandingan menegaskan keunggulan Sevilla.
Robert Lewandowski sempat mendapat penalti, namun gagal memanfaatkannya untuk menyamakan.
Evaluasi & Dampak
Gelandang Pedri mengkritik performa tim di babak pertama sebagai “sangat buruk” dan menyebut tim kehilangan intensitas.
Pelatih Hansi Flick membela taktiknya, menyebut bahwa kekalahan lebih disebabkan oleh kesalahan individual ketimbang sistem permainan.
Hasil ini tidak hanya menghentikan laju tak terkalahkan Barca, tetapi juga dapat memberi tekanan mental menjelang laga-laga berikutnya.
Barcelona akan menggunakan jeda internasional untuk memperbaiki lini belakang dan memulihkan pemain yang cedera, termasuk Lamine Yamal yang diperkirakan akan absen untuk beberapa waktu.
PUSATSCORE – Persita Tangerang menunjukkan remontada luar biasa di Super League musim /26. Pendekar Cisadane yang sempat terdampar di dasar klasemen kini bertengger di peringkat dua sementara, dengan torehan 13 poin.
Persita menempel Borneo FC usai membungkam Semen Padang di Indomilk Arena, dengan skor 2-0 pada Sabtu (4/10/2025). Tim asuhan Carlos Pena menang berkat gol Bae Sin Yeong (25′) dan Ahmad Hardianto (73′).
1. Persita menang empat laga beruntun
Awalnya, Persita terdampar di klasemen usai tiga laga tanpa kemenangan. Dua laga awal kalah beruntun dari Persija Jakarta dan Persebaya Surabaya, lalu baru berhasil meraih poin saat menahan Madura United di laga ketiga.
Setelah itu, performa Pendekar Cisadane mengalami peningkatan yang signifikan. Esal Sahrul dan kolega bahkan mampu membukukan empat kemenangan beruntun, yang membawanya ke papan atas.
2. Borneo FC masih sempurna
Borneo FC masih memimpin klasemen dengan catatan sempurna. Skuad berjuluk Pesut Etam itu menyapu bersih enam laga pertamanya dengan kemenangan.
PSIM Yogyakarta berada di peringkat ketiga dengan 12 poin. Persija Jakarta membuntuti di posisi keempat, dengan 11 angka.
Sejumlah raksasa masih kesulitan membangun konsistensi. Persebaya Surabaya, Persib Bandung, Dewa United, hingga Arema FC terlempar dari lima besar. Sedangkan, Bali United PSM Makassar di luar 10 besar.
3. Klasemen Super League sementara
Berikut klasemen sementara Super League musim 2025/26 hingga pekan ketujuh. Hanya Borneo, Persebaya, Persib, dan PSM yang baru melakoni enam laga, sedangkan klub lain sudah tujuh.