Timnas Indonesia di Kancah Internasional: Perjalanan, Tantangan, dan Harapan

Tim Nasional Sepak Bola Indonesia (Timnas Indonesia) memiliki sejarah panjang di pentas internasional, meski sering diwarnai pasang surut. Dari partisipasi pertama di Piala Dunia 1938 hingga persiapan menjadi tuan rumah Piala Asia 2027, artikel ini mengulas perjalanan Tim Garuda dalam menghadapi persaingan global.


1. Sejarah Singkat

  • Piala Dunia 1938:
    Indonesia (masih bernama Hindia Belanda) menjadi negara Asia pertama yang tampil di Piala Dunia. Kala itu, Timnas kalah 0-6 dari Hungaria di babak pertama.
  • Era Keemasan 1950-1960:
    Timnas meraih medali perunggu di Asian Games 1958 dan menjadi salah satu tim terkuat di Asia Tenggara.
  • Krisis 1980-2000:
    Konflik internal di tubuh PSSI, minimnya pembinaan pemain muda, dan larangan FIFA akibat campur tangan pemerintah membuat prestasi Timnas merosot.

2. Pencapaian Terkini (2020-2024)

  • Kualifikasi Piala Dunia 2026:
    Timnas Indonesia berhasil lolos ke Babak Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia setelah mengalahkan Brunei Darussalam (12-0 agregat). Tantangan berat menanti di grup yang dihuni oleh Jepang, Australia, dan Arab Saudi.
  • Penampilan di Piala Asia U-23 2024:
    Timnas U-23 pimpinan Shin Tae-yong mencatat sejarah dengan lolos ke perempat final, mengalahkan tim kuat seperti Korea Selatan.
  • Kemenangan atas Vietnam di ASEAN:
    Pada 2023, Timnas mengalahkan Vietnam (1-0) di babak kualifikasi Piala Dunia, menandai kebangkitan setelah sekian lama tertinggal dari rival regional.

3. Skuad dan Pemain Kunci

  • Pemain Naturalisasi:
    Kebijakan naturalisasi PSSI melahirkan pemain kunci seperti Sandy Walsh (Belanda), Ivar Jenner (Belanda), dan Rafael Struick (Belanda). Mereka menjadi tulang punggung Timnas di lini tengah dan pertahanan.
  • Bintang Muda:
    Marselino Ferdinan (21 tahun) dan Hokky Caraka (22 tahun) menjadi harapan baru berkat performa gemilang di level klub (Liga Belgia dan Indonesia) serta timnas U-23.
  • Kiper Andal:
    Ernando Ari Sutaryadi (23 tahun) dianggap sebagai kiper terbaik Indonesia saat ini, dengan refleks cepat dan kemampuan membaca permainan.

4. Strategi Pelatih Shin Tae-yong

Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, membawa perubahan signifikan sejak menukangi Timnas pada 2020:

  • Fokus pada pembinaan pemain muda melalui program “Road to World Cup 2034”.
  • Menerapkan gaya permainan cepat dan pressing tinggi, meniru model sepak bola modern Eropa.
  • Memperkuat mentalitas tim lelatihan fisik intensif dan simulasi tekanan psikologis.

5. Tantangan di Kancah Internasional

  • Kekuatan Fisik dan Teknik:
    Timnas masih kalah fisik dan akurasi umpan dibandingkan tim Asia Top seperti Jepang atau Iran.
  • Manajemen PSSI:
    Konflik internal dan pergantian ketua PSSI yang sering terjadi mengganggu program jangka panjang.
  • Infrastruktur Minim:
    Lapangan berkualitas buruk dan akademi sepak bola yang belum profesional menghambat regenerasi pemain.

6. Proyeksi Masa Depan (2025-2030)

  • Piala Asia 2027:
    Sebagai tuan rumah bersama Thailand, Malaysia, dan Singapura, Timnas ditargetkan lolos ke babak 8 besar. Persiapan termasuk uji coba melawan tim Eropa dan Amerika Latin.
  • Kualifikasi Olimpiade 2028:
    Timnas U-23 berpeluang lolos ke Olimpiade Los Angeles jika konsisten di ajang AFC U-23 Asian Cup.
  • Piala Dunia 2034:
    Indonesia berambisi menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034. Jika terwujud, ini akan menjadi momentum bersejarah bagi sepak bola nasional.

7. Langkah yang Perlu Diambil

  • Peningkatan Liga Domestik:
    Liga 1 Indonesia harus meningkatkan kualitas kompetisi, manajemen klub, dan fasilitas pelatihan.
  • Kerja Sama dengan Klub Eropa:
    PSSI perlu menjalin loan deal atau akademi bersama dengan klub Eropa untuk memberi pemain muda pengalaman internasional.
  • Fokus pada Sepak Bola Wanita:
    Timnas putri Indonesia juga perlu dikembangkan agar bisa bersaing di Piala Asia Wanita atau Olimpiade.

Kesimpulan

Timnas Indonesia sedang berada di jalur yang tepat untuk bangkit di kancah internasional. Dengan kombinasi pemain naturalisasi, bakat muda, dan pelatih berkualitas, target lolos ke Piala Dunia 2026 atau Piala Asia 2027 bukanlah mimpi belaka. Namun, kesuksesan hanya bisa dicapai jika ada sinergi antara PSSI, pemerintah, klub, dan suporter.

Comeback Dramatis, Real Madrid Tumbangkan Manchester City di Etihad

PUSAT BOLA – Pada laga leg awal babak 16 besar Liga Champions yang diselenggarakan di Etihad Stadium, Selasa( 12 Februari 2025), Real Madrid mencatat kemenangan dramatis dengan skor 3- 2 atas Manchester City. Pertandingan berlangsung sengit dengan aksi silih serbu dari kedua regu yang penuh determinasi buat mencapai kemenangan.

Manchester City membuka keunggulan lebih dahulu pada menit ke- 19 melalui bintang andalan mereka, Erling Haaland, yang berhasil menggunakan umpan terobosan dari Kevin De Bruyne. Berhasil ini membagikan tekanan besar kepada regu tamu, yang pernah kesusahan membangun serbuan pada babak awal.

Tetapi, di babak kedua, Real Madrid tampak lebih kasar. Bintang muda mereka, Kylian Mbappé, jadi pembeda dengan berhasil keseimbangan pada menit ke- 60 sehabis menggunakan umpan terukur dari Cedera Modrić. Pertandingan juga terus menjadi memanas.

Manchester City kembali mengetuai pada menit ke- 80 melalui aksi Haaland yang mencetak berhasil keduanya dalam laga ini. Si striker sukses menyongsong umpan silang dari Jack Grealish dengan sundulan tajam yang tidak sanggup dihalau oleh kiper Real Madrid, Thibaut Courtois.

Dikala kemenangan nampak terletak di genggaman City, Real Madrid menampilkan mental juara mereka. Brahim Diaz mencetak berhasil keseimbangan pada menit ke- 86 sehabis menggunakan kemelut di depan gawang. Drama belum berakhir, sebab pada masa bonus waktu, Jude Bellingham membenarkan kemenangan Real Madrid melalui berhasil spektakuler dari luar kotak penalti pada menit ke- 90+2.

Kemenangan ini jadi modal berharga untuk Real Madrid jelang leg kedua yang hendak berlangsung di Santiago Bernabéu. Untuk Manchester City, mereka wajib bekerja keras buat membalikkan kondisi bila mau melanjutkan ekspedisi mereka di Liga Champions masa ini.

Pelatih Real Madrid, Carlo Ancelotti, menyanjung mentalitas timnya dalam mengalami tekanan besar di kandang lawan.” Ini merupakan kemenangan besar yang menampilkan kepribadian regu kami. Kami tidak sempat menyerah, apalagi dalam suasana susah,” ucap Ancelotti usai pertandingan.

Sedangkan itu, Pep Guardiola, pelatih Manchester City, mengakui kalau timnya kehabisan fokus di menit- menit akhir.” Kami bermain bagus sepanjang sebagian besar pertandingan, namun perinci kecil di akhir laga jadi pembeda. Kami wajib memperbaikinya saat sebelum leg kedua,” kata Guardiola.

Pertemuan kedua regu di leg kedua ditentukan hendak berlangsung panas, dengan Real Madrid diunggulkan buat melaju berkat keunggulan agregat. Tetapi, City senantiasa berpeluang besar bila sanggup tampak lebih solid di Santiago Bernabéu.

Agenda Leg Kedua:

Bertepatan pada: 20 Februari 2025

Tempat: Santiago Bernabéu, Madrid

Kick- off: 21. 00 WIB

Pertandingan ini diprediksi hendak jadi salah satu laga yang sangat dinantikan oleh para pecinta sepak bola di segala dunia.

Persija vs Persib: PT LIB Tuntut Keamanan Diperketat

PUSATSPORT – Pekan 23 Liga 1 musim 2024/25 bakal menyuguhkan laga panas. Itu karena ada musuh bebuyutan yang dijadwalkan bertanding, yakni Persija Jakarta kontra Persib Bandung pada Minggu (16/2/2025).

Bentrokan panas itu akan dihelat di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (LIB), Ferry Paulus pun meminta keamanan dalam laga tersebut diperketat.

“Kita sudah mengingatkan kepada panpel Persija supaya melihat rivalitas yang begitu tajam, apalagi akan ada persaingan di tangga juara. Keamanan itu harus menjadi fokus,” kata Ferry Paulus kepada awak media di Senayan, Rabu (12/2).

1. Panpel tidak boleh kecolongan

Ferry Paulus mewanti-wanti pihak panitia penyelenggara (panpel) agar tidak kecolongan. Pemeriksaan suporter harus ketat, guna menjauhi hal yang tidak diinginkan.

“Regulasi (keamanan) harus diperketat. Cek bodi suporter yang hadir agar tidak ada yang bocor, begitu juga suporter tamu (tidak boleh datang) karnea masih ada regulasi yang ditetapkan oleh liga,” ujar Ferry Paulus.

2. Persib tetap pakai rantis ke stadion

Eks petinggi Persija itu juga memastikan Persib bakal ke stadion menggunakan rantis. Ferry Paulus enggan ambil risiko untuk memenuhi permintaan Jakmania yang ingin Persib datang dengan bus.

“Suporter Persija berharap Persib menggunakan kendaraan formal (bus). Buat kami, keamanan itu sangat penting. Kalau selama ini barangkali masih belum istilahnya mendapatkan satu respon yang selalu baik, menurut saya sebaiknya tetap pakai rantis,” beber Ferry Paulus.

3. Sayangkan SUGBK tak jadi arena tempur Persija vs Persib

Ferry Paulus juga menyayangkan Stadion Utama Gelora Bung Karno tak menjadi arena tempur dalam duel panas ini. Sebab, atmosfer di SUGBK disebut akan terasa lebih panas.

“Sayang pertandingan tidak bisa digelar di GBK karena melihat rivalitas pasti akan dibanjiri sama penonton yang akan hadir. PT Liga sudah mendapatkan informasi dari Persija sendiri, main akan di Patriot,” ujar Ferry Paulus.

Fokus Sejak Awal Demi Kemenangan Timnas U-20 Atas Iran

PUSATSPORT – Timnas Indonesia U-20 akan mulai mentas di Piala Asia U-20 2025 pada Kamis (13/2/2025). Timnas U-20 sudah ditunggu Iran di laga perdana.

Kapten Timnas U-20, Dony Tri Pamungkas, menyebut rekan-rekan setimnya harus fokus sejak menit awal di laga nanti. Dengan menjaga fokus, kemenangan bisa diraih di laga nanti.

“Melawan Iran sejak menit pertama kami harus fokus, disiplin, kerja keras demi memberikan hasil terbaik di laga perdana nanti,” kata Dony, dilansir situs resmi federasi.

1. Kondisi tim sangat baik jelang lawan Iran

Dony mengungkapkan, situasi Timnas U-20 dalam kondisi baik jelang laga lawan Iran nanti. Para pemain sudah kompak dan adaptasi skuad Garuda Muda juga berjalan lancar.

“Kita semua dalam kondisi fit dan baik jelang laga perdana melawan Iran. Selain latihan strategi dan taktik di lapangan, kami juga diberi sesi psikologi untuk membangun chemistry,” kata Dony.

2. Indra salut dengan para pemain

Pelatih Timnas U-20, Indra Sjafri, mengaku salut dengan kondisi dan proses adaptasi dari para pemain. Dengan adaptasi yang ciamik, dia bisa mematangkan rencana taktikal untuk laga lawan Iran.

“Pemain juga sudah beradaptasi dengan cepat terhadap suhu di sini. Selain itu, di sini makanan cocok untuk kami dan hotel juga oke,” kata Indra.

3. Incar poin penuh lawan Iran

Dengan proses adaptasi yang lancar, Indra optimistis Timnas U-20 bakal meraih hasil positif di laga perdana lawan Iran. Dia menekankan, kemenangan di laga ini penting untuk memuluskan perjalanan Timnas U-20 di Piala Asia U-20 2025.

“Sekarang, tinggal bagaimana kami harus bisa mencapai poin positif di laga pertama, karena laga pertama sangat penting bagi kita,” ujar Indra.Berikut jadwal lengkap Timnas U-20 di Piala Asia U-20 2025 , berikut jadwal pertandingan yang akan datang :

13 Februari 2025

Indonesia vs Iran (Shenzhen, 18.30 WIB)

16 Februari 2025

Indonesia vs Uzbekistan (Shenzhen, 18.30 WIB)

19 Februari 2025

Indonesia vs Yaman (Shenzhen, 18.30 WIB)

Liga Champions UEFA 2024/2025: Era Baru dengan Sistem “Swiss Model”

Liga Champions UEFA resmi meninggalkan format grup tradisional setelah hampir tiga dekade. Mulai musim 2024/2025, kompetisi elit Eropa ini mengadopsi sistem “Swiss Model” yang revolusioner, terinspirasi dari turnamen catur. Tujuannya: meningkatkan drama, keadilan, dan pendapatan. Berikut analisis mendalamnya:


Apa Itu Format “Swiss Model”?

Format ini menghapus fase grup klasik (8 grup dengan 4 tim) dan menggantinya dengan liga tunggal yang melibatkan 36 tim. Setiap tim akan bermain 8 pertandingan di fase awal (4 kandang, 4 tandang), dengan lawan ditentukan berdasarkan ranking UEFA.

  • Klasifikasi: 36 tim diurutkan dalam satu tabel besar berdasarkan poin.
  • Babak Knockout: 16 tim teratas langsung lolos ke 16 besar, sementara peringkat 17–24 masuk play-off.
  • Jumlah Pertandingan: Total 189 pertandingan (naik dari 125 di format lama).

Contoh Jadwal:

  • Bayern Munich vs Real Madrid (matchday 1)
  • Manchester City vs AC Milan (matchday 4)
  • Barcelona vs RB Leipzig (matchday 8)

Alasan di Balik Perubahan

UEFA mengklaim format baru ini menjawab tiga tantangan utama:

  1. Minimnya Laga Seru di Fase Grup: Banyak pertandingan fase grup dianggap tidak kompetitif karena perbedaan kualitas tim.
  2. Pendapatan yang Lebih Besar: Tambahan 64 pertandingan = lebih banyak hak siar dan sponsor.
  3. Akses untuk Liga Kecil: 4 slot tambahan diberikan ke liga dengan koefisien UEFA tinggi (misal: Belanda, Portugal).

Tim yang Diuntungkan

  • Klub Elite: Manchester City, Real Madrid, dan PSG tetap dominan karena sumber daya finansial.
  • Underdog: Tim seperti Brighton (Inggris) atau Union Berlin (Jerman) bisa meraih lebih banyak pendapatan dari laga tambahan.
  • Liga Non-Top 5: Klub dari Belanda (Ajax), Portugal (Benfica), atau Turki (Fenerbahçe) punya kesempatan lebih besar lolos.

Kritik dan Kontroversi

  1. Beban Pemain: Jadwal tambahan dikhawatirkan memicu kelelahan fisik, terutama bagi pemain yang juga membela timnas.
  2. Dominasi Klub Kaya: Tim dengan squad depth besar (seperti Manchester City) lebih mudah bertahan di liga panjang.
  3. Kebingungan Fans: Sistem klasifikasi rumit disebut kurang ramah untuk penonton kasual.

Pernyataan Pelatih:

  • Pep Guardiola: “Ini eksperimen berisiko. Pemain bukan robot!”
  • Jurgen Klopp: “UEFA hanya memikirkan uang, bukan kesehatan pemain.”

Inovasi Pendukung

Untuk meningkatkan pengalaman penonton, UEFA memperkenalkan:

  • Fan Token: Voting hak istimewa (misal: pemilihan man of the match) via aplikasi blockchain.
  • Augmented Reality (AR): Statistik pemain real-time di layar kaca.
  • Tiket Virtual: Nonton pertandingan di metaverse dengan avatar interaktif.

Prediksi Juara Musim Pertama (2024/2025)

  • Favorit: Manchester City (dengan Erling Haaland) atau Real Madrid (dengan Kylian Mbappé).
  • Underdog: Bayer Leverkusen (jika Xabi Alonso tetap jadi pelatih) atau Inter Milan.
  • Momen Sejarah: Potensi final dua klub non-Eropa (misal: Al-Hilal vs Flamengo) jika proposal perluasan disetujui.

Dampak Jangka Panjang

Jika sukses, format “Swiss Model” bisa diadopsi oleh kompetisi lain seperti Liga Europa atau Liga Asia. Namun, kegagalan mungkin memaksa UEFA kembali ke sistem tradisional.


Kesimpulan

Liga Champions dengan format revolusioner ini menjadi ujian bagi masa depan sepak bola Eropa. Meski menjanjikan lebih banyak duel “big match”, isu beban pemain dan kesenjangan finansial tetap menjadi tantangan besar.

Piala Dunia 2026: Turnamen Terbesar dalam Sejarah Sepak Bola

Piala Dunia FIFA 2026 akan menjadi edisi spesial karena beberapa alasan: format baru, partisipasi 48 tim (naik dari 32 tim), dan menjadi Piala Dunia pertama yang dihost oleh tiga negara (AS, Meksiko, Kanada). Berikut rinciannya:


1. Tuan Rumah dan Venue

  • Negara Host: Amerika Serikat (11 kota), Meksiko (3 kota), dan Kanada (2 kota).
  • Stadion Ikonik:
    • MetLife Stadium (New Jersey, AS): Final Piala Dunia 2026.
    • Estadio Azteca (Meksiko City): Stadion pertama yang menyelenggarakan tiga final Piala Dunia (1970, 1986, 2026).
    • BC Place (Vancouver, Kanada): Markas tim nasional Kanada.

2. Format Baru 48 Tim

FIFA mengubah struktur turnamen untuk meningkatkan partisipasi global:

  • 48 Tim dibagi menjadi 12 grup (masing-masing 4 tim).
  • 32 Tim lolos ke babak 32 besar (pemenang grup + runner-up + 8 tim peringkat ketiga terbaik).
  • Total 104 pertandingan (naik dari 64 di 2022), dengan durasi turnamen diperpanjang menjadi 39 hari.

3. Kualifikasi 2026

Proses kualifikasi sedang berlangsung di seluruh konfederasi:

  • AFC (Asia): 8 slot langsung + 1 slot playoff.
  • CAF (Afrika): 9 slot langsung + 1 slot playoff.
  • CONMEBOL (Amerika Selatan): 6 slot langsung + 1 slot playoff.
  • CONCACAF (Amerika Utara): 3 slot otomatis (AS, Meksiko, Kanada) + 3 slot dari kualifikasi + 2 slot playoff.
  • UEFA (Eropa): 16 slot langsung.
  • OFC (Oseania): 1 slot langsung + 1 slot playoff.

Catatan Khusus: Timnas Indonesia sedang berjuang di Kualifikasi AFC Grup F melawan Irak, Vietnam, dan Filipina. Peluang lolos terbuka lebar jika finis di 8 besar Asia.


4. Tim yang Pantas Diikuti

  • Argentina: Juara bertahan (2022) dengan Lionel Messi yang kemungkinan sudah pensiun.
  • Prancis: Generasi baru pimpinan Kylian Mbappé.
  • AS: Tim tuan rumah dengan pemain muda berbakat seperti Gio Reyna dan Yunus Musah.
  • Kanada: Jonathan David dan Alphonso Davies siap memukau.
  • Brasil: Mencari “penebusan” setelah gagal di 2022.
  • Maroko: Underdog Afrika yang tampil gemilang di Piala Dunia 2022.

5. Inovasi Teknologi

  • VAR Generasi 5: Sistem VAR semi-otomatis dengan AI untuk mengurangi kesalahan offside.
  • Stadion Ramah Lingkungan: Penggunaan energi terbarukan dan material daur ulang.
  • Pengalaman Penonton: Tiket digital berbasis NFT dan augmented reality (AR) untuk live statistik.

6. Kontroversi dan Tantangan

  • Isu Logistik: Jarak antarkota host yang jauh (contoh: Vancouver ke Meksiko City = 4.200 km).
  • Keamanan: Ancaman terorisme dan manajemen kerumunan.
  • Tekanan pada Tim Host: AS, Meksiko, dan Kanada harus membuktikan diri di hadapan publik global.

Prediksi Juara (Hipotetis)

Analis sepak bola memprediksi PrancisInggris, atau Brasil sebagai favorit juara. Namun, tim underdog seperti Jepang atau Maroko bisa menciptakan kejutan.

Timnas U- 20 Indonesia Bersiap Hadapi Iran di Piala Asia U- 20 2025

PUSAT BOLA – Regu Nasional U- 20 Indonesia tengah mempersiapkan diri buat mengalami pertandingan berarti melawan Iran di babak tim Piala Asia U- 20 2025. Pertandingan yang hendak diselenggarakan di Stadion Al- Maktoum, Dubai, ini jadi tes besar untuk skuad Garuda Muda dalam perjuangan mereka di turnamen bergengsi tersebut.

Pelatih kepala Timnas U- 20 Indonesia, Shin Tae- yong, melaporkan keyakinannya terhadap keahlian timnya.” Kami sudah menganalisis game Iran serta mempersiapkan strategi spesial buat mengalami mereka. Para pemain menampilkan semangat besar dalam latihan, serta kami optimis dapat membagikan hasil terbaik,” ucap Shin Tae- yong dalam konferensi pers pada Senin( 12/ 2/ 2025).

Persiapan Intensif

Semenjak kehadiran di Dubai, skuad Timnas U- 20 sudah menempuh latihan intensif, fokus pada kemampuan bola, transisi game, serta penyelesaian akhir. Para pemain kunci semacam Marselino Ferdinan serta Ronaldo Kwateh diharapkan jadi andalan buat menghasilkan kesempatan di lini depan. Sedangkan itu, lini pertahanan dipandu oleh kapten regu, Muhammad Ferrari, yang diketahui tangguh dalam mengawal serbuan lawan.

Iran, selaku lawan selanjutnya, mempunyai reputasi kokoh di turnamen ini dengan style game kasar serta organisasi yang baik. Timnas Indonesia butuh bekerja keras buat mengimbangi kecepatan serta raga para pemain Iran.” Kami sadar ini bukan pertandingan gampang, tetapi kami percaya dapat bersaing,” kata Ferrari.

Sokongan Publik

Di tanah air, sokongan buat Garuda Muda terus mengalir. Para penggemar sepak bola Indonesia memadati media sosial dengan pesan- pesan semangat memakai tagar#GarudaMuda serta#PialaAsiaU20. Banyak yang berharap skuad muda ini dapat mengulang kesuksesan dikala melawan lawan- lawan tangguh di turnamen lebih dahulu.

Pertandingan ini pula hendak ditayangkan langsung oleh stasiun tv nasional serta platform streaming, membagikan peluang untuk warga Indonesia buat melihat perjuangan Timnas U- 20 secara langsung.

Kesempatan Lolos

Dikala ini, Indonesia terletak di peringkat kedua tim dengan raihan 3 poin dari kemenangan lebih dahulu melawan Yaman. Kemenangan atas Iran hendak membuka kesempatan besar untuk Indonesia buat lolos ke babak selanjutnya. Tetapi, bila cuma mencapai hasil imbang ataupun kalah, perjuangan hendak terus menjadi berat, mengingat mereka masih wajib mengalami Uzbekistan di laga terakhir tim.

Piala Asia U- 20 ini pula jadi ajang persiapan untuk Timnas Indonesia mengarah Piala Dunia U- 20 yang hendak diselenggarakan tahun ini. Dengan pengalaman serta persiapan yang matang, diharapkan Garuda Muda bisa bawa kebanggaan untuk bangsa.

Pertandingan antara Indonesia serta Iran dijadwalkan berlangsung pada Rabu( 14/ 2/ 2025) jam 20. 00 waktu setempat. Segala rakyat Indonesia pastinya berharap Garuda Muda bisa tampak gemilang serta bawa kembali kemenangan. Semangat terus, Garuda Muda!

post

Juventus vs PSV: Skor 2-1

JAKARTA – Pada 11 Februari 2025, Juventus meraih kemenangan 2-1 atas PSV Eindhoven dalam leg pertama babak playoff Liga Champions di Allianz Stadium, Turin. Weston McKennie membuka skor pada menit ke-34, diikuti oleh gol penyama dari Ivan Perišić untuk PSV pada menit ke-56. Samuel Mbangula menjadi pahlawan dengan gol penentu kemenangan pada menit ke-82, memastikan Juventus membawa keunggulan tipis menuju leg kedua di Belanda.

MANCHESTER CITY vs REAL MADRID ( 2 – 3 )

JAKARTA – Pada 11 Februari 2025, Real Madrid meraih kemenangan dramatis 3-2 atas Manchester City dalam leg pertama babak playoff Liga Champions di Etihad Stadium. Meskipun City unggul lebih dulu melalui gol Erling Haaland pada menit ke-19, Real Madrid berhasil membalikkan keadaan dengan gol dari Kylian Mbappé dan Brahim Díaz. Haaland kembali mencetak gol dari titik penalti, membawa City unggul 2-1. Namun, pada menit-menit akhir, Jude Bellingham mencetak gol penentu kemenangan bagi Madrid, memastikan mereka pulang dengan keunggulan satu gol menjelang leg kedua di Santiago Bernabéu

Pertandingan ini menyoroti kemampuan Real Madrid dalam melakukan comeback, sementara Manchester City harus menghadapi kenyataan pahit akibat kesalahan di menit-menit akhir yang mengubah jalannya pertandingan. Kemenangan ini memberikan keunggulan penting bagi Madrid menjelang leg kedua yang akan berlangsung di kandang mereka.

4 Bek Denmark yang Menghiasi Bundesliga 2024/2025

PUSATSPORT , Pesepak bola Denmark cukup sering menghiasi Bundesliga Jerman. Pada 2024/2025 saja, terdapat 16 pesepak bola Denmark yang menghiasi liga ini. Empat di antaranya beroperasi di lini belakang.

Keempat nama itu terhitung sebagai nama besar. Namun, tak semuanya menjadi andalan timnya musim ini. Agar tak penasaran dengan performa empat bek Denmark yang bermain di Bundesliga 2024/2025 per 11 Februari 2025, yuk, simak ulasan berikut ini!

1. Mads Pedersen jarang bermain karena cedera

Mads Pedersen telah bermain untuk FC Augsburg sejak 2020/2021. Bek kanan berkebangsaan Denmark ini biasanya menjadi andalan klubnya. Akan tetapi, hal tersebut tampaknya tak terjadi pada 2024/2025.

Sebab, ia tak begitu sering bermain pada musim ini. Faktor utama dari jarangnya ia tampil bersama FC Augsburg adalah karena dua cedera yang telah menjeratnya. Pada pekan 5–9, ia mengalami masalah di bagian betis. Sedangkan, pada pekan 12–19, ia mengalami cedera pinggul.

Hal tersebut membuatnya absen di banyak laga FC Augsburg musim ini. Per pekan 20 Bundesliga 2024/2025, ia baru mencatatkan 5 pertandingan dengan rincian 217 menit. Jika pun ia pulih saat ini, Pedersen mungkin akan diistirahatkan terlebih dahulu dan menetap di bangku cadangan.

2. Joakim Maehle sangat berpengaruh di skuad VfL Wolfsburg

Joakim Maehle sempat absen pada 5 pekan awal Bundesliga 2024/2025. Saat kembali ke skuad VfL Wolfsburg, ia langsung tancap gas dan mengambil peran penting. Sejak pekan keenam, ia tak pernah absen mengawal posisi bek kiri di timnya.

Itu artinya, Maehle telah mencatatkan 15 laga sejauh ini. Dalam kurun waktu tersebut, ia telah mencatatkan 3 gol dan 3 assist. Hal ini menjadi bukti jika pemain berusia 27 tahun ini adalah pemain berkualitas yang pantas menjadi andalan di klub dan tim nasional.

3. Rasmus Kristensen siap dipermanenkan oleh Eintracht Frankfurt

Rasmus Kristensen berstatus sebagai pemain pinjaman di Eintracht Frankfurt 2024/2025. Ia dipinjam dari Leeds United. Pada akhir musim nanti, bek kanan berusia 27 tahun ini tampaknya sudah siap untuk dipermanenkan.

Hal tersebut didukung oleh performanya yang gemilang bersama Die Adler. Hingga pekan ke-20, ia telah memainkan 17 laga di Bundesliga dengan menyumbang 1 gol dan 2 assist. Ia pun menjadi andalan timnya di kompetisi lain, termasuk Europa League dan DFB Pokal. Dengan permainan yang memuaskan, ia sangat terbuka untuk dipermanenkan.

4. Mads Roeslev dipinjam VfL Wolfsburg pada paruh kedua

Bek Denmark lain yang dimiliki VfL Wolfsburg adalah Mads Roeslev. Bek kanan berusia 25 tahun itu baru bergabung dengan VfL Wolfsburg pada musim dingin 2025. Ia dipinjam dari Brentford dengan opsi pembelian pada akhir musim.

Sejauh ini, ia belum membuktikan kehebatannya di Bundesliga. Sebab, ia baru bermain 1 kali dengan total 19 menit. Walaupun begitu, peluang untuk menjadi pemain andalan di klubnya sangat terbuka lebar.

Mads Roeslev dan Mads Pedersen belum banyak dimainkan pada musim ini. Namun, kedua pemain tersebut memiliki alasan yang jelas mengapa jarang dimainkan. Sebab, Roeslev adalah pemain yang baru datang, sedangkan Pedersen telah mengalami dua kali cedera sepanjang musim ini.