PUSATSPORT – Pemerintah melalui Kemenpora memberikan bantuan sebesar Rp420 miliar kepada 13 cabang olahraga, Senin (14/4/2025). Suntikan dana tersebut bertujuan agar ke-13 cabor tersebut dapat melakukan pemusatan latihan dengan optimal.
Bantuan itu disepakati lewat Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Induk Organisasi Cabang Olahraga (IOCO) dalam Rangka Pelatnas Tahun 2025. Perjanjian ini disaksikan langsung Menpora Dito Ariotedjo dan Wamenpora Taufik Hidayat.
1. PSSI raup nyaris setengahnya
PSSI menjadi cabor dengan nominal bantuan paling besar, nyaris Rp200 miliar. Sementara, cabor lain tidak ada yang lebih dari Rp40 miliar.
PBSI di urutan kedua dengan Rp37,6 miliar dan FPTI di posisi ketiga, senilai Rp24,9 miliar. Dito menyatakan, jumlah yang didapat ke-13 cabor sudah sesuai dengan kebutuhan.
“Total anggaran yang dialokasikan untuk tahap pertama ini adalah kurang lebih Rp420 miliar. Jumlahnya sesuai dengan kebutuhan setiap cabor,” kata Dito dalam jumpa pers.
2. Pemerintah juga bantu untuk dua ajang internasional
Pemerintah juga memberikan suntikan dana tambahan kepada FPTI dan engurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI). Itu karena mereka akan menggelar kejuaraan internasional di Indonesia.
FPTI menggelar Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2025, sementara PSOI menghelat World Surf League 2025. Untuk ajang tersebut, FPTI mendapat tambahan Rp4,9 miliar, sedangkan PSOI sebesar Rp7,4 miliar.
3. Daftar lengkap bantuan yang diterima 13 cabor
Berikut daftar lengkap bantuan yang didapat ke-13 cabor, berdasarkan nilai bantuan terbesar:
1. PSSI (Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia): Rp199,789,273,658 2. PBSI (Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia): Rp37,615,697,510 3. FPTI (Federas Panjat Tebing Indonesia): Rp24,999,996,000 4. Perpani (Persatuan Panahan Indonesia): Rp20,378,955,500 5. PASI (Persatuan Atletik Seluruh Indonesia): Rp19,915,145,769 6. PODSI (Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia): Rp19,286,222,609 7. PERBAKIN (Persatuan Menembak Sasaran dan Berburu Seluruh Indonesia): Rp18,033,302,234 8. PABSI (Perkumpulan Angkat Besi Seluruh Indonesia): Rp15,956,304,077 9. ISSI (Ikatan Sport Sepeda Indonesia): Rp13,415,265,664 10. PJSI (Persatuan Judo Seluruh Indonesia): Rp10,670,410,000 11. Akuatik Indonesia: Rp9,864,094,834 12. PSOI (Persatuan Selancar Ombak Indonesia): Rp8,958,944,960 13. PERSANI (Persatuan Senam Indonesia): Rp8,838,749,234
Kejuaraan 1. Kejuaraan Dunia Panjat Tebing 2025: Rp4,999,900,000 2. World Surf League 2025: Rp7,499,999,976
PUSATSPORT – Timnas Indonesia U-17 harus mengakhiri kiprahnya di Piala Asia U-17 2025. Mereka baru saja kena bantai saat jumpa Korea Utara dalam perempat final Piala Asia U-17 2025, di King Abdullah Sports City Hall Stadium, Senin (14/4/2025).
Dalam duel itu, gawang Timnas U-17 diberondong setengah lusin gol. Sepanjang laga, Timnas U-17 tidak berkutik menghadapi permainan spartan Korut. Kim Yu Jin dan kawan-kawan terus menekan Timnas U-17 sepanjang laga, sama sekali tak memberikan napas buat berkembang.
Kekalahan ini pun meneruskan tren buruk Timnas U-17 di Piala Asia U-17. Mereka tak pernah menang di fase gugur. Pada 1990 silam, kendati lolos semifinal, itu adalah laga fase gugur pertama yang mereka jalani di Piala Asia U-17.
Di laga itu, Indonesia kalah 0-2 dari Uni Emirat Arab (UEA), dan gagal melaju ke final. Kemudian, pada laga perebutan tempat ketiga, mereka juga kalah 0-5 dari China.
Berlanjut ke Piala Asia U-17 2018, Timnas U-17 mampu melaju ke perempat final. Namun, mereka tak berdaya menghadapi Australia karena kalah 2-3.
Meski gagal melaju ke semifinal Piala Asia U-17 2025, Timnas U-17 setidaknya sudah mengunci satu tiket ke Piala Dunia U-17 2025. Kendati begitu, catatan buruk ini jelas jadi sesuatu yang harus diperhatikan Garuda Muda.
PUSAT BOLA – Manchester United tersungkur 1-4 di markas Newcastle United. Manajer MU Ruben Amorim mengatakan, timnya membuat terlalu banyak kesalahan. MU menantang the Magpies di St. James’ Park pada Minggu (13/4/2025) malam WIB. Newcastle bermain lebih agresif sebelum Sandro Tonali memecah kebuntuan di menit ke-24. Alejandro Garnacho kemudian menciptakan gol balasan Setan Merah kurang dari 15 menit berikutnya.
Babak kedua bak jadi neraka bagi Bruno Fernandes dkk. Newcastle memberondong gawang MU dengan tiga gol tambahan dari Harvey Barnes (2) dan Bruno Guimares.
Lebih buruk lagi bagi Manchester United. Pasalnya dua dari tiga gol terakhir Newcastle terlahir karena kesalahan sendiri yang dilakukan Noussair Mazraoui dan kiper Altay Bayindir.
“Ada banyak kesalahan,” ungkap Amorim kepada Premier League Production. “Newcastle lebih tangguh di bola kedua. Kami melakukan banyak sekali kesalahan sehingga semakin sulit memenangi sebuah pertandingan. Itu saja.”
“Ada sedikit dari segalanya. Sulit untuk menunjuk satu hal. Sangat sulit untuk menang melawan tim top seperti Newcastle. Apalagi ketika kami membuat banyak kesalahan yang membantu lawan, jadinya semakin sulit.”
“Mari fokus pada pertandingan Hari Kamis,” ceplos Ruben Amorim, merujuk laga perempatfinal leg kedua Liga Europa melawan Lyon.
Manchester United berarti sudah puasa kemenangan di tiga pertandingan terakhir di Premier League. MU menderita lima kekalahan dengan hanya empat kemenangan dalam 15 pertandingan sejak pergantian tahun.
PUSAT BOLA – Timnas Indonesia U-17 menghadapi Korea Utara pada perempatfinal Piala Asia U-17 2025. Tim asuhan Nova Arianto tak gentar hadapi Korut yang punya kualitas individu bagus. Seperti diketahui, Piala Asia U-17 2025 menyisakan delapan tim terbaik yang lolos babak perempatfinal. Di babak itu, Indonesia yang merupakan juara Grup C berjumpa runner up di Grup D, Korea Utara. Laga akan berlangsung Senin (14/4/2025), pukul 21.00 WIB.
Menilik pola permainan dan kualitas para Korea Utara yang dinilai bagus, Nova berharap timnya bisa mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menaklukkan tim berjuluk Chollima Junior tersebut di King Abdullah Sports City Stadium, Jeddah, Arab Saudi.
“Korea salah satu tim yang diwaspadai secara kualitas individu, etos kerjanya, fisik, dan mental. Mereka merupakan salah satu tim unggulan di Piala Asia kali ini,” kata Nova dalam pesan audio yang disampaikan melalui federasi, pada Minggu (13/4/2025).
“Tapi saya mau pemain saya tidak takut dengan situasi ini dan saya mau lihat para pemain punya mental yang kuat,” ujarnya.
Nova mengatakan hal tersebut usai melihat bagaimana persaingan di Grup D yang sangat ketat. Termasuk saat Korea Utara melawan Oman pada 11 April lalu yang berakhir imbang 2-2.
“Yang pasti grup D dihuni negara-negara yang secara kualitas cukup baik, di situ ada Oman, Korea Utara, Tajikistan, termasuk Iran. Kita lihat sampai di pertandingan terakhir mereka masih menunggu siapa yang lolos,” tuturnya.
“Kita tahu, lawan kita adalah Korea Utara. Jadi menurut saya, mereka lawan yang cukup baik dan secara kualitas sangat baik dan kami akan mencoba mendapatkan hasil terbaik untuk bisa lolos ke babak semifinal.”
“Sekali lagi, mereka saat ini adalah pemain piala dunia jadi saya mau mental pemain (anak asuhnya) bisa main maksimal dan kita lihat besok di lapangan, dan semua kita berdoa semoga dapat hasil terbaik,” ucap pelatih berusia 45 tahun itu.
PUSATSPORT , Bodo/Glimt membuat kejutan pada leg pertama perempat final Liga Europa 2024/2025, Jumat (11/4/2025) dini hari WIB. Mereka menaklukkan Lazio dengan skor 2-0. Kemenangan tersebut pun memberi tim asal Norwegia tersebut modal yang bagus untuk bisa lolos ke semifinal.
Meski begitu, ini sebetulnya bukan kemenangan pertama Bodo/Glimt atas tim dari Italia. Sebelumnya, mereka pernah mengalahkan dua klub Negeri Pizza. Salah satunya bahkan mereka taklukkan hingga dua kali pada musim yang sama. Termasuk Lazio, berikut tiga tim Italia yang pernah dikalahkan Bodo/Glimt.
1. Bodo/Glimt membungkam Lazio pada leg pertama perempat final Liga Europa 2024/2025
Bodo/Glimt mengalahkan Lazio dengan skor 2-0 pada leg pertama perempat final Liga Europa 2024/2025 di kandang sendiri, Aspmyra Stadion. Ulrik Saltnes menjadi bintang karena mencatatkan brace. Gelandang yang juga berstatus sebagai kapten tim itu mencetak gol pada menit 47 dan 69.
Pelatih Lazio, Marco Baroni, menilai kekalahan yang diterima timnya tidak terlepas karena kualitas lapangan yang bertipe sintetis. Menurutnya, para pemain Bodo/Glimt bisa memanfaatkan situasi tersebut karena sudah sering bermain dengan kondisi demikian. Mereka mampu menciptakan pergerakan yang cepat karena bola yang memang mengalir lebih lancar.
Lazio akan bergantian menjamu Bodo/Glimt di Stadio Olimpico untuk melakoni laga leg kedua pada 17 April 2025. Baroni pun percaya diri timnya bisa membalikkan keadaan. Selain bermain di rumput yang normal, mereka juga akan didukung para tifosinya.
2. Bodo/Glimt dua kali mengalahkan AS Roma di Liga Konferensi Eropa 2021/2022
AS Roma berhasil menjadi juara Liga Konferensi Eropa 2021/2022. Pada musim tersebut, mereka bertanding 15 kali dengan hasil 10 kemenangan, 3 keimbangan, dan 2 kekalahan. Dua kekalahan yang didapat AS Roma tersebut tercipta saat berhadapan dengan Bodo/Glimt.
Pertama, mereka bertemu pada fase grup (21/10/2021). Tim yang saat itu dilatih Jose Mourinho menelan kekalahan memalukan dengan skor 1-6. Seperti Lazio, AS Roma juga merasakannya di Aspmyra Stadion.
Keduanya kembali berhadapan pada perempat final. Lagi-lagi, AS Roma tidak berkutik ketika bertandang ke Aspmyra Stadion untuk melakoni leg pertama (7/4/2022). Mereka kalah dengan skor 1-2. Namun, I Giallorossi bisa membalikkan agregat pada leg kedua (14/4/2022). Mereka menang dengan skor telak, 4-0.
Setelah menyingkirkan Bodo/Glimt pada perempat final, AS Roma menang atas Leicester City dengan agregat 2-1 pada semifinal. Mereka akhirnya menjadi juara usai menang tipis atas Feyenoord dengan skor 1-0. Gol tunggal dicetak Nicolo Zaniolo pada menit 32.
3. Bodo/Glimt menang atas Sampdoria pada leg pertama 32 besar Piala Winners 1994/1995
Sampdoria menjadi Italia pertama yang berhasil dibekuk Bodo/Glimt. Keduanya bertemu pada babak 32 besar Piala Winners 1994/1995. Pada leg pertam (15/9/1994), Bodo/Glimt menang dengan skor 3-2. Lagi-lagi, hasil tersebut tercipta di kandang, Aspmyra Stadion.
Namun, Sampdoria bisa membalikkan keadaan pada leg kedua (29/9/2024). Mereka menang dengan skor 2-0. Tim yang dilatih Sven-Goran Eriksson tersebut mencetak gol melalui David Platt (13′) dan Attilio Lombardo (37′).
Sebagai catatan, Sampdoria mampu melaju sampai semifinal. Langkah mereka dihentikan Arsenal lewat adu penalti. Pada partai puncak, The Gunners gagal menjadi juara karena kalah dari Real Zaragoza.
Selain Lazio, AS Roma, dan Sampdoria, Bodo/Glimt juga sudah pernah bertemu dengan tiga tim Italia lain, yaitu AC Milan, Inter Milan, dan Napoli. Namun, dengan ketiga tim tersebut, Bodo/Glimt selalu menelan kekalahan. Mereka dibekuk AC Milan dengan skor 2-3 pada babak kualifikasi Liga Europa 2020/2021, dibantai Inter Milan dengan agregat 1-7 pada babak 16 besar Piala Winners 1978/1979, dan menyerah dari Napoli dengan agregat 0-3 pada babak 32 besar Piala Winners 1976/1977.
PUSATSPORT – Pelatih Timnas Indonesia U-17, Nova Arianto, menyebut ada dua poin yang masih harus dievaluasi dari anak asuhnya selepas fase grup Piala Asia U-17 2025. Apa sajakah itu?
“Evaluasi kan memang sering kita lakukan ya, tetapi pekerjaan rumah terbesar saya masih soal dua hal ini, yaitu passing (umpan) dan pengambilan keputusan di atas lapangan,” kata Nova dalam keterangannya.
1. Masih tampak dalam laga lawan Afghanistan
Perkara kekurangan di dua hal tersebut, Nova mengaku masih melihatnya ketika Indonesia bersua Afghanistan di laga terakhir fase grup. Ada beberapa momen ketika para pemain terlambat mengambil keputusan.
“Karena memang bisa kita lihat saat lawan Afghanistan, para pemain saya kerap terlambat mengambil keputusan. Misal, mereka masih bingung kapan harus dribel, passing, atau shooting,” ujar Nova.
2. Salah umpan juga masih jadi masalah
Tidak cuma pengambilan keputusan, salah umpan juga masih jadi pekerjaan rumah Timnas U-17. Saat laga pertama lawan Korea Selatan, tampak salah umpan ini jadi penyebab gagalnya serangan balik skuad Garuda Muda.
Begitu juga saat lawan Afghanistan, salah umpan ini jadi penyebab beberapa kali pemain Afghanistan mampu menggempur pertahanan Indonesia. Ada aliran permainan yang terhenti karena salah umpan ini.
3. Diharapkan bisa terselesaikan saat lawan Korut
Nova berharap, dua pekerjaan rumah ini bisa selesai saat Indonesia berhadapan dengan Korea Utara. Sebab, secara kualitas, Korut punya bekal lebih dari cukup untuk merepotkan atau bahkan mengalahkan Indonesia.
“Korut adalah salah satu tim yang harus diwaspadai di Piala Asia U-17 2025 ini. Saya harap, dua pekerjaan rumah ini bisa terselesaikan saat Timnas U-17 bertemu mereka nanti (Senin, 14 April),” kata Nova.
PUSAT BOLA – Liverpool berani memberi perpanjangan kontrak dua tahun kepada Mohamed Salah hingga Juni 2027 yang disertai kenaikan gaji. The Reds menyadari mencari pengganti penyerang asal Mesir itu di saat ini justru ‘akan lebih mahal’. BBC melaporkan Salah akan menerima gaji hampir 400 ribu Pound per pekan dalam kontrak barunya, sedangkan Telegraph menyebut gaji Salah bisa mencapai sekitar 480 ribu Pound per pekan jika seluruh klausul dalam kontraknya terpenuhi.
Dua nominal tersebut lebih besar dari gaji Salah di kontraknya sebelum, yakni sekitar 350 ribu Pound per pekan. Penelusuran BBC menemukan bahwa langkah berani Liverpool membayar mahal pemain 32 tahun itu tidaklah impulsif, melainkan kasus khusus.
Saat ini Salah masih menjadi salah satu, kalau bukan figur paling penting di skuad Arne Slot. Ia sudah menyumbang 32 gol dan 22 asis di musim ini, dan masih bisa bertambah. Sebuah bukti bahwa ia jauh dari kata habis.
Sulit bagi Liverpool menemukan sosok yang setaraf dengan Salah. Kalaupun ada di luar sana, harganya jelas tak murah karena pasti diperebutkan banyak klub besar Eropa. Proses negosiasi juga akan lebih alot. Oleh sebab itu, mempertahankan Salah lebih masuk akal.
Liverpool pun punya alokasi gaji yang cukup untuk memenuhi permintaan Salah, terlebih dengan adanya kabar Trent Alexander-Arnold akan segera hijrah ke Real Madrid. Uang yang tadinya disiapkan untuk Trent bisa dialihkan untuk Salah dan Virgil van Dijk.
Faktor keinginan sang pemain juga ikut menentukan. Salah mau bertahan karena masih berambisi meraih banyak gelar bersama Liverpool, mulai dari Liga Inggris, Liga Champions, hingga penghargaan individu seperti Ballon d’Or.
Selain itu, bertahan di Liverpool juga bisa membantu Salah tetap dalam kondisi puncak untuk membantu Mesir lolos ke Piala Dunia 2026 serta mengejar gelar Piala Afrika. Istri dan kedua anaknya pun betah hidup di Merseyside, sehingga itu juga masuk pertimbangan.
PUSAT BOLA – Arsenal harus puas bermain imbang 1-1 dengan Brentford. Atmosfer laga ini tak sama seperti saat Meriam London menggilas Real Madrid. Arsenal vs Brentford berlangsung di Emirates Stadium dalam lanjutan Liga Inggris, Sabtu (12/4/2025) dini hari WIB. Tuan rumah memimpin 1-0 di menit ke-61 lewat Thomas Partey dan dibalas Yoane Wissa di menit ke-74.
Manajer Arsenal, Mikel Arteta, melakukan beberapa rotasi starter pada laga ini. Hal tersebut mungkin demi persiapan melawan Real Madrid di leg kedua perempatfinal Liga Champions.
Namun, suasana pertandingan melawan Brentford dirasa sangat berbeda saat Arsenal mengalahkan Madrid 3-0 beberapa hari lalu. Arteta merasa gairah suporter di stadion tidak membantu.
“Saya tidak tahu, tetapi suasananya berbeda dengan hari Selasa, itu sudah pasti. Saya tidak tahu apakah ini karena penonton yang tidak ikut bermain,” kata Arteta yang dikutip dari situs resmi
https://www.youtube.com/watch?v=xxPuW6SwRpY
@soccerfans7069
Arteta membantah para pemain memikirkan leg kedua melawan Madrid di Bernabeu. Manajer asal Spanyol itu merasa para pemainnya tahu bahwa laga melawan Brentford sangat penting.
“Tidak, saya kira para pemain tahu bahwa ketika Anda datang ke Premier League dan posisi yang kami mainkan hari ini, betapa sulitnya pertandingan ini dan apa saja yang dibutuhkan serta Anda harus tampil sebaik mungkin setiap saat untuk menang,” tegasnya.
Arsenal tampaknya makin sulit membalap poin Liverpool. The Gunners saat ini duduk di posisi kedua dengan 63 poin, kalah 10 angka dari Liverpool.
PUSATSPORT , Kabar duka datang dari sepak bola Belanda. Salah satu pelatih legendaris mereka, Leo Beenhakker, meninggal dunia pada 10 April 2025 dalam usia 82 tahun. Kepergian sosok yang lahir pada 2 Agustus 1942 ini tidak hanya ditangisi di dalam negeri, melainkan juga wilayah-wilayah lain di luar Belanda. Pasalnya, sepanjang karier, Beenhakker memang mampu meninggalkan jejak yang cukup mendalam di sejumlah negara. Salah satunya adalah Trinidad dan Tobago yang ia bawa bermain di Piala Dunia untuk pertama kali.
1. Leo Beenhakker merupakan pelatih yang disegani di Belanda
Leo Beenhakker termasuk salah satu pelatih sukses yang tidak pernah berkarier sebagai pesepak bola profesional. Ia hanya bermain di level amatir. Meski begitu, keterbatasan tersebut tidak berarti Beenhakker memiliki pengetahuan yang minim soal taktik sepak bola. Ia merupakan sosok yang cukup disegani di Belanda.
Di level klub, Beenhakker tercatat melatih delapan klub. Ia memulainya bersama SV Epe pada 1965 hingga 1967. Setahun berikutnya, Beenhakker sempat turun jabatan dengan menjadi asisten pelatih Frantieek Fadrhonc di Go Ahead Eagles. Namun, ia kembali menjadi pelatih utama di Veendam (1968–1972), SC Cambuur (1972–1975), dan Go Ahead Eagles (1975–1976).
Pada 1975 hingga 1977, Beenhakker juga pernah mencoba posisi lain. Ia ditunjuk sebagai direktur tim muda Feyenoord. Beenhakker mengisi posisi yang sama di Ajax Amsterdam pada 1977 sampai 1999. Ajax lantas mempromosikannya menjadi pelatih tim utama pada 1979 sampai 1981.
FC Volendam menjadi tim keenam yang dilatih Beenhakker. Namun, ia hanya bertahan singkat di klub ini. Beenhakker memimpin mereka dalam delapan pertandingan pada 1984–1985.
Pada 1989, Beenhakker kembali ke Ajax dan bertahan selama 2 tahun. Setelah itu, ia akhirnya mendapat kesempatan untuk melatih Feyenoord pada 1997. Feyenoord memang punya tempat istimewa di hati Beenhakker karena merupakan klub yang berasal dari kota kelahirannya, Rotterdam. Beenhakker bertahan sampai 2000. Namun, pada 2007, ia sempat kembali melatih mereka. Pada 2009–2011, Beenhakker diminta untuk menjadi direktur olahraga.
Karier kepelatihan Beenhakker diakhiri bersama satu klub lain asal kota kelahirannya, Sparta Rotterdam. Pada 2013-2014, ia diminta untuk menjadi penasihat. Setahun berikutnya, Beenhakker diangkat menjadi direktur olahraga. Pada 2018, ia kembali menjadi penasihat sebelum akhirnya pensiun.
Selain klub, Beenhakker juga pernah memimpin Timnas Belanda dalam dua kesempatan. Ia ditunjuk untuk pertama kali pada 1985 dan bertahan selama enam pertandingan. Beenhakker kembali untuk memimpin Belanda di Piala Dunia 1990 yang digelar di Italia. Sayangnya, Oranje hanya bisa melangkah sampai babak 16 besar dan Beenhakker pun dilepas.
2. Leo Beenhakker menjadi juara bersama Ajax Amsterdam dan Feyenoord
Karier Leo Beenhakker di dalam negeri tidak hanya mentereng secara kuantitas. Ia juga mampu melengkapinya dengan kualitas. Beenhakker tercatat mengoleksi 4 trofi Eredivisie dan 2 trofi Piala Super Belanda.
Beenhakker melakukannya untuk pertama kali bersama Ajax Amsterdam pada 1979/1980. Ketika kembali pada 1989/1990, ia menambah satu trofi Eredivisie untuk mereka. Setelah itu, Beenhakker mampu menjuarai Eredivisie secara beruntun bersama Feyenoord pada 1998/1999 dan 1999/2000. Dalam 2 musim tersebut, ia juga membawa tim kota kelahirannya itu mengangkat trofi Piala Super Belanda.
3. Leo Beenhakker membawa Real Madrid menjuarai LaLiga selama 3 musim beruntun
Kinerja Leo Beenhakker pada periode pertamanya melatih Ajax Amsterdam (1979–1981) sukses mencuri perhatian Real Zaragoza. Klub Spanyol tersebut pun menjadi tim asing pertama yang dilatih Beenhakker. Namun, ia hanya bertahan selama 3 musim. Setelah periode yang singkat menukangi Timnas Belanda, Beenhakker kembali ke Negeri Matador dengan melatih Real Madrid.
Di klub ibu kota Spanyol itu, Beenhakker berhasil meraih kejayaan. Ia membawa Los Blancos menjuarai LaLiga Spanyol selama 3 musim beruntun (1986/1987, 1987/1988, 1988–1989). Beenhakker melengkapinya dengan 1 trofi Copa del Rey (1988/1989) dan 2 Piala Super Spanyol (1988/1989 dan 1989/1990). Setelah hengkang pada 1989, Beenhakker sempat kembali memimpin Real Madrid pada periode Februari–Juni 1992.
4. Leo Beenhakker mencetak sejarah bersama Trinidad dan Tobago dan Polandia
Setelah memimpin Belanda pada 1985 dan 1990, Leo Beenhakker baru kembali berkiprah di level internasional pada 1993. Ia menerima tawaran untuk melatih Timnas Arab Saudi. Namun, kariernya bersama negara Asia tersebut berlangsung singkat. Beenhakker hanya menemani mereka dalam dua pertandingan.
Saat itu, ia sebetulnya tidak merasakan kekalahan. Mereka meraih 1 kemenangan dan 1 keimbangan saat bertemu China dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia 1994. Namun, Beenhakker dilepas oleh federasi sepak bola negara tersebut karena para pemain yang dikabarkan merasa tidak cocok dengan gaya bermainnya.
Akibat pengalaman itu, butuh waktu sampai 12 tahun bagi Beenhakker untuk bersedia bekerja lagi sebagai pelatih tim nasional. Uniknya, ketika kembali melakukannya, ia mencuri perhatian karena memilih negara kecil, Trinidad dan Tobago.
Hebatnya, Beenhakker justru mencetak sejarah bersama tim dari Kepulaua Karibia tersebut. Ia membawa mereka bermain di Piala Dunia untuk pertama kalinya pada 2006. Prestasi yang mirip juga dibuat Beenhakker bersama Polandia. Ia mengantarkan mereka mencatatkan debut di Euro pada 2008.
Selain Real Zaragoza dan Real Madrid, Beenhakker pernah melatih empat klub asing lain, yaitu Grasshoppers (1992–1993), CF America (1994–1995 dan 2003–2004), Istansbulspor (1995), dan Deportivo Guadalajara (1995–1996). Pada 2011, ia juga pernah bekerja sebagai direktur sepak bola bagi klub Hungaria, Ujpest FC. Pengalaman bersama sederet tim nasional dan klub tersebut menjadi bukti legasi dari mendiang Leo Beenhakker di dunia sepak bola.
PUSATSPORT- Persija Jakarta gagal mengunci kemenangan saat berlaga menghadapi Persebaya Surabaya di pekan ke-28 Liga 1 BRI musim 2024/2025. Persija harus puas bermain imbang di hadapan pendukung sendiri.
Pertandingan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Sabtu (12/4/2025). Sejak peluit sepak mula dibunyikan, kedua tim sudah bermain ngotot.
Pertandingan belum berjalan sepuluh menit, Hanif Sjahbandi sudah mengancam lewat sepakan jarak jauh. Sayang, tendangannya melambung di atas gawang Ernando Ari.
Persebaya juga mengancam lewat Flavio Silva dan Toni Firmansyah. Aksi balas serangan terjadi sepanjang babak pertama, tetapi tak ada satu pun gol yang tercipta hingga peluit akhir babak pertama dibunyikan.
Bermain di kandang, klub berjuluk Macan Kemayoran ini langsung menggebrak saat peluit sepak mula babak pertama dibunyikan. Ryo Matsumura, Rayhan Hannan, dan Maciej Gajos bergantian mengancam gawang Ernando Ari.
yang menggantikan Witan Sulaeman itu menerima umpan terobosan dari Ryo Matsumura di sebelah kiri kotak penalti Persebaya.
Ernando Ari yang melihat ancaman itu berlari meninggalkan gawang, tetapi Rayhan lebih dulu mendapatkan bola. Melihat Ernando meninggalkan gawang, Rayhan melakukan tendangan spekulasi dari posisi sempit, tak jauh dari titik tendangan penjuru.
Ernando yang sudah berlari ke gawang tak sempat melakukan antisipasi. Seisi Stadion Gelora Bung Karno bersorak menyambut gol yang dinantikan itu.
Sayangnya, kegembiraan itu tak bertahan lama. Berselang tiga menit, tim berjuluk Bajul Ijo langsung menyamakan kedudukan.
Gol bermula dari sepakan penjuru Toni Firmansyah. Bola yang dikirim ke jantung pertahanan Persija itu disambut tandukan Flavio Silva. Skor berubah menjadi 1-1.
Setelah dua gol itu, intensitas serangan kedua tim semakin meningkat. Persija berulang kali mengancam gawang Persebaya, tetapi Ernando Ari memperlihatkan kualitasnya.
Salah satunya saat Ernando menepis tendangan Maciej Gajos pada menit ke-74. Gajos yang mendapat umpan silang dari Hanif Sjahbandi dari sisi kanan, menendang bola ke arah gawang. Ernando yang sempat berada di sisi kanan, langsung melompat untuk menepis tendangan Gajos.
Pertandingan pun berakhir dengan skor 1-1 hingga peluit akhir dibunyikan. Hasil ini membuat Persebaya tetap berada di peringkat 3 klasemen dengan raihan 49 poin. Sementara Persija berada di posisi 5 dengan raihan 44 poin.