post

Bagaimana Scouting Sepak Bola Menemukan Bintang Masa Depan?

PUSATSCORE , Sepak bola modern mungkin tampak digerakkan statistik, tetapi di balik tiap transfer besar, selalu ada mata tajam seorang pemandu bakat yang bekerja dalam diam. Mereka harus menempuh perjalanan jauh, duduk di tribun dengan catatan di tangan, dan menonton ratusan laga yang nyaris tak disorot kamera. Dari catatan itulah nasib seorang pemain muda bisa berubah, dan klub menemukan masa depannya.

Namun, proses menemukan talenta terbaik bukanlah perkara mudah. Scout tidak hanya menilai kemampuan teknis, tetapi juga kepribadian, konsistensi, dan kesiapan mental pemain muda. Dalam era modern ketika angka dan algoritma makin dominan, mereka tetap berperan sebagai penghubung antara data dan intuisi.

1. Insting menjadi bagian penting dari seni dalam proses scouting sepak bola

Proses scouting dimulai jauh sebelum seorang pemain dikenal publik. Para scout bekerja dalam kesunyian, mengunjungi stadion kecil, atau berdiri di pinggir lapangan nonliga untuk mencari talenta tersembunyi. Seperti diceritakanTop Bins, seorang scout bisa menonton ratusan pertandingan dalam semusim, menghabiskan malam di jalan raya, dan mencatat tiap gerak pemain yang menarik perhatiannya.

Pada era awal kepelatihan David Moyes di Everton, satu target bisa menghasilkan hingga 50 laporan berbeda sebelum disetujui untuk direkrut. Moyes sendiri memiliki sistem bernama MOT Checklist berisi 12 kriteria untuk tiap posisi dengan ribuan laporan tersimpan sebagai basis keputusan akhir. MOT sendiri merupakan singkatan Ministry of Transportation, sebuah sistem evaluasi scouting yang terinspirasi dari tes kelayakan kendaraan di Inggris.

Matt Hodges, scout Queens Park Rangers (QPR) yang pernah bekerja di West Ham United, menggambarkan profesi ini sebagai pekerjaan yang lebih sering berkawan dengan dingin dan hujan ketimbang gemerlap dan kemewahan. Ia menekankan pentingnya ketekunan dan komunikasi. Kadang, informasi berharga datang bukan dari statistik, melainkan dari percakapan singkat dengan pelatih sekolah atau orangtua pemain. Seorang scout sejati tidak hanya menilai kemampuan di lapangan, tetapi juga disiplin dan respons pemain terhadap kegagalan.

Cerita Kevin Doyle saat direkrut Reading menggambarkan bagaimana jaringan dan intuisi menjadi alat utama. Brian McDermott, yang saat itu bekerja untuk Reading, mendengar rekomendasi informal dari seorang kolega di Cardiff, Wales. Ia kemudian menonton penampilan Doyle muda dengan melibatkan direktur sepak bola dan manajer, hingga akhirnya Reading memboyongnya. Hasilnya, Doyle menjadi salah satu pemain paling berpengaruh bagi klub selama berlaga di English Premier League (EPL).

2. Scout sering kesulitan menilai talenta muda karena perkembangan mereka yang tak stabil

Menilai potensi pemain muda adalah pekerjaan paling sulit dalam scouting. Riset Tom Bergkamp dan rekan-rekannya dari University of Groningen (2022) terhadap 125 scout di Belanda menunjukkan sebagian besar menilai potensi pemain secara intuitif, meski banyak yang mulai menggunakan metode terstruktur. Rata-rata, mereka merasa baru bisa memprediksi potensi profesional pemain pada usia sekitar 13–15 tahun, ketika indikator performa mulai stabil.

Atribut yang paling sering dinilai mencakup aspek teknis, seperti first touchdribbling, dan passing, diikuti aspek kognitif-taktis seperti pengambilan posisi dan keputusan cepat. Namun, para scout juga menilai dimensi nonteknis seperti mentalitas, determinasi, dan kematangan emosional. Faktor kepribadian sering kali menjadi pembeda antara pemain yang sukses dan mereka yang mandek, terutama ketika menghadapi tekanan pada usia muda.

Masalah utama dalam scouting usia dini yaitu validitas prediksi. Perkembangan pemain muda kerap kali bersifat inkonsisten dan nonlinear. Scout bisa mengamati anak berusia 12 tahun yang tampak luar biasa, tetapi 5 tahun kemudian ia tak berkembang sesuai harapan. 

Oleh sebab itu, proses observasi harus dilakukan berulang kali dan dalam berbagai konteks pertandingan. Dalam kasus ini, penilaian berbasis struktur menggunakan daftar kriteria eksplisit terbukti lebih akurat daripada sekadar mengandalkan insting. Meski begitu, intuisi tetap menjadi filter terakhir dalam tiap keputusan.

3. Meski data makin dominan, algoritma belum mampu menandingi naluri scout manusia

Transformasi teknologi telah mengubah wajah scouting pada abad ke-21. Kini, hampir semua klub profesional menggunakan basis data seperti WyScout, ProZone, dan Scout7 untuk mengumpulkan video dan statistik dari seluruh dunia. Alat-alat ini membantu scout menghemat waktu dan mempersempit daftar target berdasarkan performa objektif, seperti jumlah umpan progresif atau tingkat penyelesaian peluang.

Namun, dilansir The Athletic, kisah Dave Worthington, scout senior yang pernah bekerja untuk Bolton Wanderers dan Chelsea, menunjukkan intuisi tetap tak tergantikan. Worthington menemukan Karim Benzema dan Rodrigo Hernandez Cascante melalui perjalanan panjang di Prancis dan Spanyol, hanya bermodal buku catatan dan observasi langsung. Dalam catatan tangannya, Rodri muda dideskripsikan sebagai pemain yang selalu ada di tiap sisi, tak pernah membuang bola, dan membantu semua rekan satu tim, sebuah deskripsi yang tak mungkin diukur hanya lewat angka.

Meski demikian, era baru scouting kini juga dipengaruhi kecerdasan buatan (AI). Sistem seperti ScoutBot, yang dikembangkan perusahaan Blend bersama Databricks, mampu menyeleksi pemain dengan kriteria kompleks seperti winger dengan progressive carries di atas 25 persen dengan nilai pasar di bawah 5 juta euro (Rp96 miliar). Teknologi ini memproses data secara real time, membantu scout menemukan pemain sesuai profil klub tanpa harus menonton ratusan pertandingan manual.

Meski efisien, AI tak bisa menggantikan naluri manusia. Mengutip Great Learning, perangkat digital hanya berfungsi sebagai co-pilot untuk menganalisis data fisik, mental, dan teknis, tetapi keputusan akhir tetap berada di tangan scout. Data dapat menilai efektivitas umpan, tetapi tidak mampu mengukur dorongan batin seorang pemain untuk berlari 10 meter lebih jauh demi timnya.

4. Para scout tidak hanya bekerja untuk uang, tetapi juga kecintaan terhadap sepak bola

Di balik layar sepak bola profesional, ada ratusan scout yang bekerja bukan demi ketenaran, melainkan karena cinta terhadap permainan. Brian McDermott, yang juga merupakan mantan Kepala Pemandu Bakat Arsenal, mengatakan pekerjaan ini dilakukan bukan hanya demi uang, melainkan juga demi cinta. Ia pernah menghabiskan akhir pekan di tribun dingin hanya untuk menilai satu pemain, lalu menuliskan catatan sederhana di ponselnya tentang postur, reaksi, dan mentalitas sang pemain.

Erling Haaland menjadi salah satu contoh penemuannya yang paling menarik. Saat masih bertugas di Arsenal, McDermott menyaksikan Haaland bermain untuk Norwegia U-19. Dalam catatan singkatnya tertulis: “berbadan besar, punya naluri gol, dan potensi luar biasa.” Catatan sederhana itu kini menjadi bagian dari kisah lahirnya salah satu penyerang terbaik dunia ini.

Scouting juga sering kali bergantung kepada keberuntungan dan jaringan. McDermott mengaku banyak rekrutan sukses bermula dari percakapan santai dengan kolega, bukan dari laporan data. Dalam banyak kasus, scout harus menilai kesiapan mental pemain, apakah ia siap meninggalkan negara asal, beradaptasi dengan budaya baru, atau bertahan menghadapi tekanan profesional. Semua itu tak dapat diukur teknologi atau algoritma apa pun.

Pada akhirnya, scouting adalah perpaduan antara kerja keras, sains, dan seni membaca manusia. Banyak scout yang berjuang tanpa jaminan pengakuan, tetapi dari tangan merekalah klub-klub menemukan bakat yang akan menulis sejarah. Seperti yang dipaparkan The Athletic, keberhasilan scouting tidak hanya soal siapa yang berhasil ditemukan, tetapi juga dari kemampuan mengenali potensi yang belum dilihat orang lain.

Scouting telah menjadi jantung dari pembangunan sepak bola modern. Di tengah lautan data dan algoritma, ada satu hal belum berubah, yakni lahirnya pemain besar selalu dimulai dari seseorang yang duduk di tribun dan mencatat hal-hal kecil yang belum dilihat siapa pun.

post

Messi Cetak Rekor di MLS: Sembilan Kali Cetak Dua Gol dalam Satu Musim

October 2025 — Bintang sepak bola dunia, Lionel Messi, kembali mencuri perhatian dalam kompetisi Major League Soccer (MLS). Dalam pertandingan Inter Miami melawan Atlanta United, Messi mencetak dua gol dan membantu timnya meraih kemenangan 4–0, sekaligus mencetak prestasi baru dalam kariernya.

Gol ganda ini mencatatkan Messi sebagai pemain pertama dalam sejarah MLS yang berhasil mencetak setidaknya dua gol dalam satu pertandingan sebanyak sembilan kali dalam satu musim.

Walau sedang berada di masa jeda internasional (ia sempat absen dari laga timnas Argentina), Messi tetap mampu menunjukkan performa luar biasa di level klub. Musim ini hingga saat ini, dia telah mencetak 26 gol dan memberikan 18 assist dalam 27 laga.

Kontribusi Messi sangat krusial bagi Inter Miami, yang kini memastikan tempat di babak playoff MLS. Pelatih Javier Mascherano memuji pengaruh dan profesionalisme Messi, meskipun ia harus melewati periode jeda tim nasional dan tantangan kebugaran.

post

Indonesia Gagal ke Piala Dunia setelah Kalah Tipis dari Irak

Jeddah, 11 Oktober 2025 — Harapan timnas Indonesia untuk melaju ke Piala Dunia 2026 kandas setelah menderita kekalahan tipis 0–1 dari Irak dalam pertandingan Kualifikasi Asia putaran keempat di Jeddah.

Iraq berhasil mencetak gol lewat Zidane Iqbal pada menit ke-76, membalikkan kondisi dan memastikan kemenangan yang sekaligus memupus peluang Indonesia melanjutkan perjuangan.

Pelatih Indonesia, Patrick Kluivert, menyampaikan bahwa kekalahan ini sangat menyakitkan bagi tim dan suporter. Ia tetap memuji semangat juang para pemain yang bermain impresif meskipun gagal mendapatkan hasil positif.

Pasca pertandingan, atmosfer memanas — terdapat beberapa insiden kontroversial, termasuk reaksi keras dari anggota tim Indonesia terhadap keputusan wasit. Tiga kartu merah dikeluarkan setelah insiden saling dorong dan protes terhadap wasit Ma Ning.

Kegagalan ini menjadi pukulan berat bagi sepak bola Indonesia, mengingat perjalanan mereka hingga ke putaran keempat adalah pencapaian terbaik dalam sejarah kualifikasi Piala Dunia.

post

Siaran Langsung & Persiapan Timnas Indonesia vs Irak — Siap Bertarung di Arab Saudi

Jeddah / Jakarta, 11 Oktober 2025 — Pertandingan penentuan Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia antara Indonesia vs Irak sudah semakin dekat, dan sorotan kini tertuju pada persiapan tim serta bagaimana publik bisa menyaksikan jalannya laga.

Jadwal & Siaran Langsung

  • Laga akan berlangsung pada Minggu, 12 Oktober 2025 pukul 02.30 WIB di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.
  • Siaran langsung pertandingan akan disiarkan secara eksklusif di RCTI untuk publik Indonesia.
  • Media dan stakeholder lokal telah mengatur liputan agar pemirsa dapat mengikuti aksi pemain Garuda dengan kualitas tayangan terbaik.

Persiapan Tim

  • Kevin Diks (bek timnas) menyebut bahwa Irak adalah tim tangguh dan Indonesia harus menyiapkan diri secara maksimal, secara fisik dan mental
  • Tim pelatih diprediksi akan menyusun strategi menyerang sekaligus waspada terhadap serangan balik cepat Irak. Efisiensi dalam penyelesaian akhir akan menjadi kunci.
  • Pemain kunci di lini belakang dan sayap akan mendapat sorotan besar, karena pelanggaran kecil atau kehilangan posisi bisa berakibat fatal di laga seperti ini.

Signifikansi Laga

  • Laga Hidup Mati
    Indonesia wajib menang agar masih tetap memiliki peluang lolos ke babak selanjutnya. Hasil seri atau kekalahan kemungkinan besar akan mengakhiri mimpi ke Piala Dunia.
  • Catatan historis dan beban psikologis
    Mental pemain akan diuji, terutama ketika menghadapi Irak, lawan yang selama ini belum bisa dikalahkan dalam beberapa edisi terakhir.
  • Peluang bangkit atau gagal
    Jika Indonesia bisa meraih kemenangan, itu akan menjadi salah satu momen paling bersejarah dan mungkin menyuntikkan semangat baru dalam persepakbolaan nasional. Namun jika gagal, maka perjalanan mereka di turnamen ini akan segera berakhir.

Penutup & Harapan

Laga antara Indonesia dan Irak bukan hanya soal 90 menit di lapangan — melainkan harapan bangsa, semangat yang diuji, dan peluang yang bisa menjadi legenda bila berhasil. Jika kamu ingin, besok pagi aku bisa kirim artikel “Hasil & ulasan” setelah pertandingan selesai.

post

Jay Idzes Tegaskan Semangat Timnas Indonesia Belum Padam Setelah Kekalahan

SAUDI ARABIA, 11 Oktober 2025 — Meski mengalami kekalahan tipis 2-3 dari Arab Saudi di laga pembuka Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, memastikan bahwa perjuangan timnya belum selesai.

Dalam konferensi pers, Idzes menyatakan:

“Belum berakhir. Besok kita akan pergi lagi, bersama sebagai satu. Kita adalah orang-orang yang percaya, kita Indonesia.”

Kekalahan tersebut membuat posisi Indonesia berada di dasar klasemen Grup B, dan satu-satunya jalan untuk menjaga asa lolos adalah meraih kemenangan melawan Irak, yang akan dimainkan pada Minggu (12/10) dini hari waktu Indonesia Barat, pukul 02.30 WIB, di Stadion King Abdullah Sports City, Jeddah.

Tantangan Berat & Harapan

  • Irak sebagai lawan sulit
    Dalam lima pertemuan terakhir selama 12 tahun, Indonesia selalu gagal menang atas Irak.
    Irak kini juga diperkuat pelatih baru, Graham Arnold, yang telah membawa Irak meraih beberapa kemenangan di putaran sebelumnya.
  • Tekanan mental & motivasi
    Kondisi “laga hidup mati” menuntut pemain tidak hanya bermain dengan teknik, tetapi stamina dan mental yang prima. Idzes dan rekan-rekannya harus bisa menjaga konsentrasi, meminimalkan kesalahan, dan mengeksekusi peluang.
  • Siapa yang bisa jadi kunci
    Bek andalan Indonesia, Kevin Diks, juga membeberkan bahwa Irak bukan lawan mudah dan Indonesia harus “mati-matian” demi menjaga peluang.
    Seleksi lini depan, taktik menyerang vs bertahan, serta efektivitas memanfaatkan bola mati bisa jadi penentu hasil.
  • Publik dan ekspektasi
    Meski peluang lolos makin tipis, dukungan dari suporter dan media bisa menjadi “bahan bakar” moral. Jika Indonesia mampu mencetak kemenangan dramatis, itu akan menjadi motivasi besar untuk masa depan sepak bola nasional.
post

Peringkat FIFA Turun, Indonesia Disalip Malaysia Usai Hasil Kontra Arab Saudi

Jakarta, 10 Oktober 2025 — Usai kekalahan tipis dari Arab Saudi, Timnas Indonesia kembali merasakan pukulan berat: peringkat FIFA turun dari posisi 119 ke 120.

Pemicu Penurunan

  • Kekalahan 2–3 dari Saudi menggerus poin Indonesia di ranking dunia.
  • Sementara itu, Malaysia berhasil meraih kemenangan 3–0 atas Laos, sehingga menggeser Indonesia naik ke posisi lebih tinggi.
  • Sri-Thailand dan Vietnam pun berada di posisi yang semakin menjauh dari Indonesia dalam hal perolehan poin.

Implikasi

Hasil ini memberikan tekanan tambahan kepada tim dan manajemen, terutama jelang laga penentu melawan Irak, yang disebut sebagai “laga hidup mati” untuk menjaga harapan ke Piala Dunia.
Timnas Indonesia kini harus berjuang keras di pertandingan selanjutnya agar bisa bangkit dan mempertahankan kesempatan mereka di kompetisi internasional.

post

Timnas Indonesia Takluk 2-3 dari Arab Saudi, Asa ke Piala Dunia Kian Tipis

Jeddah, 9 Oktober 2025 — Dalam laga krusial Grup B putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia, Timnas Indonesia harus menyerah 2–3 dari tuan rumah Arab Saudi.

Jalannya Pertandingan

  • Indonesia unggul lebih dulu lewat penalti yang dieksekusi Kevin Diks pada menit ke-11.
  • Namun, Saudi Arabia membalas cepat lewat Saleh Abu Al Shamat sebelum babak pertama usai.
  • Di babak kedua, Feras Al Brikan mencetak dua gol untuk membalikkan keadaan.
  • Menjelang akhir laga, Diks kembali mencetak penalti untuk Indonesia, tetapi itu tak cukup menahan kemenangan Saudi.
  • Dalam situasi dramatis, pemain Saudi Mohammed Kanno mendapat kartu merah, tetapi Indonesia gagal memaksimalkan keunggulan numerik.

Reaksi dan Dampak

Pelatih Timnas, Patrick Kluivert, mengakui bahwa meskipun timnya tampil seperti “singa” dalam intensitas dan semangat, ada banyak aspek yang perlu diperbaiki.

Kekalahan ini membuat peluang Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026 semakin berat. Kluivert menyebut bahwa timnya harus pulih mental dan memperbaiki efektivitas di lini depan.

post

Jay Idzes Soal Lolos Piala Dunia 2026: Akan Sulit, Bukan Tidak Mungkin

PUSATSCORE – Timnas Indonesia tinggal dua langkah lagi untuk lolos ke Piala Dunia 2026. Mimpi Indonesia akan terwujud, dengan syarat mengalahkan Arab Saudi dan Irak di putaran keempat kualifikasi, pada 9 serta 12 Oktober 2025.

Skenario tersebut dipastikan tidak mudah. Pasukan Garuda harus menentukan nasibnya di Jeddah, bukan tempat netral. Arab Saudi yang berstatus tuan rumah tentu lebih diunggulkan lolos.

1. Hanya akan sulit, bukan tidak mungkin

Latihan perdana Timnas Indonesia di Jeddah, 3 Oktober 2025. (Dok. PSSI).

Kapten Timnas, Jay Idzes, juga merasakan hal serupa. Gambarannya adalah Timnas yang ditahan Arab dengan skor 1-1 di Jeddah, pada pertemuan pertama di putaran ketiga kualifikasi, September 2024.

Namun, bek Sassuolo tersebut tak patah arang. Tim Merah Putih memiliki peluang besar untuk lolos, hanya saja perlu dibarengi perjuangan yang besar.

“Kami sudah dua kali menghadapi mereka. Tahun lalu kami juga bermain di sini. Jadi kami tahu bagaimana kondisinya akan berjalan. Kami tahu ini tidak akan mudah. Bukan tidak mungkin, tapi tidak mudah,” kata Idzes dalam jumpa pers jelang laga, Selasa (7/10/2025).

2. Lawan Arab jadi laga final

Mata Timnas tertuju pada duel kontra Arab, 9 Oktober 2025 dini hari WIB. Laga tersebut bak partai final, mengingat The Green Falcons berstatus tuan rumah.

“Saya rasa, laga besok (lawan Arab) adalah sebuah final. Ekspektasinya tentu besar, pertaruhannya juga tinggi, karena kami mewakili negara dengan 280 juta penduduk,” kata Patrick Kluivert.

3. Timnas tak ada alasan kalah dari Arab

Arab memang lebih diunggulkan karena berstatus tuan rumah. Namun, secara materi tim, Pasukan Garuda jauh lebih mewah.

Banyak pemain Timnas yang tampil di level tertinggi Eropa. Sementara, sebagian besar pemain Arab hanya bermain di kompetisi domestik. Pun, mereka minim menit bermain akibat kalah saing dengan pemain asing yang kalibernya top Eropa.

post

Torehan Gol dan Assist Alexis Sanchez saat Bertemu Barcelona

PUSATSCORE , Alexis Sanchez pernah menjadi bagian penting dalam skuad Barcelona pada 2011–2014. Periode tersebut menjadi momen krusial dalam kariernya untuk menunjukkan kemampuan sebagai seorang pemain dengan insting mencetak gol yang baik. Musim terakhirnya sebagai penggawa Blaugrana bahkan ditutup dengan torehan 19 gol dan 12 assist di LaLiga Spanyol.

Seusai meninggalkan Barcelona, Alexis Sanchez beberapa kali berkesempatan menghadapi mantan klubnya tersebut. Per 6 Oktober 2025, bomber asal Chili tersebut telah melawan Barcelona dalam lima laga berbeda. Hasilnya, ia beberapa kali menyita perhatian berkat torehan gol dan assist, termasuk saat ia membawa Sevilla menang telak atas Barcelona pada kedelapan LaLiga 2025/2026.

1. Assist pertama Alexis Sanchez dalam laga melawan Barcelona terjadi pada Babak 16 besar Liga Champions 2015/2016

Momen pertama kali Alexis Sanchez mencatatkan assist ke gawang Barcelona terjadi pada leg kedua babak 16 besar Liga Champions Eropa 2015/2016. Kala itu, ia tengah menjalani musim kedua bersama Arsenal. Sayangnya, assist itu tak berakhir manis bagi perjalanan The Gunners di ajang tersebut.

Assist Sanchez dalam duel tersebut tercipta untuk gol yang dicetak Mohamed Elneny pada menit 51. Itu sekaligus membuat The Gunners sebagai tim tamu menyamakan kedudukan setelah Barcelona lebih dahulu memimpin lewat gol Neymar Jr pada menit 18. Sayangnya, Arsenal yang kala itu ditangani Arsene Wenger gagal mempertahankan keunggulan seiring terciptanya dua gol lain untuk Barcelona yang dicetak Luis Suarez (65’) dan Lionel Messi (86’).

Kekalahan tersebut sekaligus menghentikan langkah Arsenal di Liga Champions 2015/2016. Sebab, Arsenal gagal memanfaatkan status sebagai tuan rumah pada leg pertama dan kalah dengan skor 0-2, seluruhnya dicetak Messi. Sanchez juga tampil selama 90 menit dalam pertandingan tersebut.

2. Gol Lautaro Martinez ke gawang Barcelona pada fase grup Liga Champions 2019/2020 berkat assist Sanchez

Alexis Sanchez juga sempat merasakan pertarungan menghadapi Barcelona saat berseragam Inter Milan. Momen tersebut terjadi lantaran Inter Milan berada satu grup dengan Blaugrana di Liga Champions 2019/2020. Sayangnya, pertemuan Sanchez dengan Barcelona kali ini kembali berakhir dengan hasil tak maksimal meski sang pemain menunjukkan peran penting dengan mencatatkan assist

Sanchez dan rekan setimnya di Inter Milan sempat menemukan momentum apik saat bertandang ke markas Barcelona pada matchday kedua Liga Champions 2019/2020. Di bawah asuhan Antonio Conte, tim tamu mampu unggul cepat lewat sontekan Lautaro Martinez pada menit 3, memanfaatkan assist dari Sanchez. Namun, Nerazzurri gagal menutup laga dengan kemenangan lantaran tim tuan rumah membalikkan keadaan menjadi 2-1 lewat dua gol dari Suarez.

Kekalahan di Camp Nou tersebut menjadi salah satu faktor kegagalan Inter Milan lolos dari fase grup. Inter Milan hanya berada di peringkat ketiga, di bawah Barcelona sebagai juara grup dan Borussia Dortmund di peringkat kedua. Inter Milan juga gagal meraih kemenangan saat menjamu Barcelona pada matchday terakhir, ketika Sanchez harus absen karena cedera.

3. Alexis Sanchez mencetak satu gol dan membawa Sevilla menang telak atas Barcelona di LaLiga 2025/2026

Setelah empat pertemuan terlewati dengan rentetan kekalahan, akhirnya Alexis Sanchez berhasil mempersembahkan kemenangan untuk tim yang ia bela saat bertemu Barcelona. Momen tersebut terjadi pada pekan kedelapan LaLiga 2025/2026. Tak sekadar menang, Sanchez mencetak gol dan membawa timnya mencatatkan kemenangan telak atas Blaugrana yang menyandang status sebagai juara bertahan.

Sanchez mencetak gol pembuka dalam laga yang berlangsung di Ramon Sanchez-Pizjuan tersebut. Ia mencatatkan namanya di papan skor melalui gol dari titik putih setelah Isaac Romero dilanggar Ronald Araujo di dalam kotak penalti. Berbekal jam terbang tinggi, Sanchez mampu merobek gawang Blaugrana yang dijaga Marc-Andre ter Stegen dan melakukan selebrasi setelahnya.

Gol tersebut menjadi awal dari hujan gol Sevilla ke gawang Blaugrana. Setelahnya, ada tiga pemain Sevilla yang juga mengemas gol, yaitu Isaac Romero (36’), Jose Angel Carmona (90’), dan Akor Adams (90+6’). Di sisi lain, Barcelona hanya mampu mengemas satu gol lewat sepakan kaki kiri Marcus Rashford pada menit 45+7’.

Rangkaian pertemuan tersebut menunjukkan bagaimana Alexis Sanchez mampu memberi warna tersendiri saat menghadapi mantan klubnya. Meski tak selalu berakhir dengan kemenangan, kontribusinya dalam bentuk gol dan assist menjadi bukti konsistensi serta determinasi tinggi yang ia miliki. Momen teranyarnya bersama Sevilla pun menegaskan bahwa Sanchez tetap menjadi pemain dengan naluri tajam dan pengalaman berharga yang mampu membuat perbedaan pada laga-laga besar.

post

Kompetisi Domestik & Bold Move: Tren Liga 2025-26 dan Peluncuran Bola Resmi Piala Dunia

Jakarta, 7 Oktober 2025 — Tak hanya kompetisi antarnegara yang menarik perhatian pencinta sepak bola, gelaran liga domestik Indonesia musim 2025-26 dan peluncuran bola resmi Piala Dunia juga turut menjadi sorotan.

Liga Super dan Liga 2: Dinamika Kompetisi

Musim 2025–26 Super League Indonesia (BRI Super League) telah berjalan sejak 8 Agustus 2025. Kompetisi ini mencatat sejumlah catatan penting, seperti Gol Terbanyak di satu pertandingan atau kemenangan tandang terbesar.Persib Bandung memasuki musim ini sebagai juara bertahan dan menjadi tim yang banyak diperhitungkan.

Sementara itu, Liga 2 (Championship) juga mengalami transformasi signifikan. Musim ini memperkenalkan penggunaan teknologi VAR (Video Assistant Referee) secara penuh dalam semua pertandingan, setelah sebelumnya hanya diterapkan di pertandingan final dan play-off. Kompetisi ini juga dibagi menjadi dua grup geografis, di mana tim-tim bersaing untuk promosi dan menghindari degradasi.

Pada 6–7 Oktober 2025, ada sejumlah laga menarik yang dijadwalkan, termasuk pertandingan antara Persela vs Persipura di Liga 2, serta duel perempuan di Liga Champions Wanita antara Juventus vs Benfica lewat siaran langsung.

Peluncuran Bola Resmi Piala Dunia: adidas TRIONDA

Di panggung internasional, FIFA dan adidas resmi meluncurkan bola pertandingan resmi untuk Piala Dunia 2026, bertajuk TRIONDA. Nama ini mengandung unsur “tiga gelombang”, menyimbolkan dinamika, gaya permainan, dan inovasi teknologi di setiap sentuhan bola.

Bola TRIONDA akan digunakan dalam seluruh pertandingan Piala Dunia 2026 dan dirancang dengan teknologi mutakhir agar menyeimbangkan presisi, aerodinamika, serta visual yang menarik di lapangan dan siaran televisi.

Sinergi Lokal dan Global

Perkembangan ini menunjukkan bahwa sepak bola Indonesia tidak berdiri sendiri dalam konteks nasional. Liga domestik harus terus berevolusi, sementara regulasi dan standar internasional (seperti penggunaan bola resmi global) semakin meresap ke kompetisi lokal. Ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi klub-klub Indonesia untuk menyesuaikan strategi, latihan, dan taktik agar tak kalah dengan standar global.