Jakarta, IDN Times – Timnas Indonesia U-20 sementara mengimbangi Uzbekistan dengan skor 1-1 di babak pertama, pada matchday kedua Piala Asia U-20 2025, Minggu (16/2/2025).
Bola atas masih menjadi penyakit Timnas U-20. Kekurangan Garuda Muda berhasil dimanfaatkan Uzbekistan, lewat tandukan Mukhammadali Urinboev yang menyambar umpan silang Saidkhon Khamidov, menit 21.
Tim asuhan Indra Sjafri merespons gol tersebut dengan apik. Jens Raven hanya butuh dua menit untuk menyamakan kedudukan.
Namun, Timnas U-20 kelimpungan meladeni Uzbekistan yang begitu dominan. Tim Merah Putih hanya melancarkan serangan balik, namun kurang efektif.
Memasuki menit krusial, Uzbekistan menggempur pertahanan Garuda Muda. Beruntung, Timnas U-20 mampu menjaga fokusnya, sekaligus memaksa Uzbekistan bermain imbang 1-1 hingga jeda.
PUSATSPORT – Persija Jakarta memang gagal meraih kemenangan dalam laga pekan 23 Liga 1 2024/25. Bersua Persib Bandung di Stadion Patriot Candrabhaga, Minggu (16/2/2025) malam WIB, hasil imbang 2-2 tercipta untuk kedua tim.
Sempat unggul dua angka via Gustavo Almeida dan Firza Andika, kemenangan Persija usai Persib mencetak dua gol via Nick Kuipers dan David da Silva. Meski tak ada yang menang, seharusnya kedua tim sama-sama senang. Kenapa?
1. Persija menjaga catatan tak terkalahkan di kandang
Buntut dari hasil imbang ini, catatan apik Persija setiap berlaga di kandang terjaga. Sebelum laga lawan Persib, mereka sudah menjalani 10 laga kandang dengan total enam kali menang dan empat kali imbang.
Ditambah dengan hasil imbang lawan Persib ini, Persija pun tak terkalahkan dalam 11 laga kandang mereka. Rinciannya, mereka menang enam kali dan imbang empat kali.
2. Persib juga tak kalah di laga tandang
Jika Persija mempertahankan catatan apik di kandang, Persib juga mempertahankan catatan ciamik mereka di laga tandang. Sebelum jumpa Persija, mereka sudah melakoni 11 laga tandang di Liga 1 2024/25.
Dari 11 laga itu, Persib tak pernah kalah dengan rincian enam kali menang dan lima kali imbang. Usai hasil imbang lawan Persija ini, Persib melanjutkan tren apik mereka di tandang dengan catatan enam kali menang dan enam kali imbang.
3. Persib dan Persija ada di papan atas
Hasil ini tidak mengubah posisi kedua tim di klasemen sementara Liga 1 2024/25. Persib masih berada di posisi teratas dengan raihan 50 poin, hasil dari 23 laga.
Berselisih 10 poin dengan Persib, Persija bertengger di peringkat empat klasemen sementara dengan raihan 40 poin. Torehan mereka sama dengan Dewa United, tetapi mereka kalah head-to-head dan selisih gol.
CAKAPBOLA, Jakarta – Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, akan memanas pada Minggu (16/3/2025) sore WIB. Persija Jakarta bakal meladeni perlawanan Persib Bandung dalam pekan ke-23 BRI Liga 1 2024/2025.
Rivalitas antar-suporter membuat laga Persija dan Persib selalu ditunggu-tunggu dalam setiap musimnya, dan hampir berlangsung dengan tensi tinggi.
Dalam putaran pertama BRI Liga 1 musim ini, Persib mampu mengalahkan Persija 2-0 pada 23 September 2024 lewat gol Dimas Drajad pada menit ke-28 dan Ryan Kurnia pada menit ke-82.
Sejak Liga 1 2017, kedua kesebelasan telah bentrok 13 kali. Persib unggul dengan enam kemenangan, sementara Persija empat, dan sisanya berakhir imbang.
CAKAPBOLA, Jakarta – Persija Jakarta atau Persib Bandung? Pertanyaan yang sulit untuk dijawab, mengingat kedua tim sama-sama punya kans untuk memenangkan duel. Lini tengah akan menjadi kunci.
Macan Kamayoran dan Maung Bandung akan saling berhadapan di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi, Minggu (16/2/2025).
Super big match di kasta tertinggi Indonesia dalam lanjutan BRI Liga 1 2024/2025 tak ubahnya El Clasico di Spanyol dan Derby della Madonnina di Italia, di mana semua gengsi, harga diri serta nama besar dipertaruhkan.
Persib yang diarsiteki Bojan Hodak masih perkasa di puncak klasemen sementara dengan torehan 49 poin atau unggul 10 angka dari Macan Kemayoran besutan Carlos Pena di posisi ketiga.
Dalam laga penting dan genting, hasil akhir sangat ditentukan oleh kreatifitas seorang gelandang. Ia tak hanya menjadi kreator tapi juga motor serangan.
Persija benar-benar beruntung punya seorang gelandang dengan kemampuan dan kemampuan di atas rata-rata seperti Maciej Gajos.
Maciej Gajos datang dari Polandia, merapat ke Persija pada 2023. Kenyang asam garam di Liga Polandia, ia tak butuh waktu lama untuk beradaptasi mengarungi kerasnya liga teratas Indonesia.
Bersama Persija, eks pemain Lechia Gdnńsk sudah hadir dalam 48 laga dengan torehan delapan gol. Carlos Pena, sang pelatih, menjadikan Maciej Gajos sebagai salah satu pilar andalan di skuad utamanya.
Formasi 3-4-2-1 yang kerap diterapkan Carlos Pena membuat Maciej Gajos sebagai sentral permainan Macan Kemayoran.
Maciej Gajos bukan cuma bertugas membagi bola, melainkan juga bertangung jawab memutus aliran bola lawan di lini tengah.
Dalam situasi dan kondisi tertentu, playmaker 33 tahun itu bahkan bisa menjelma sebagai striker pemburu gol.
PUSAT BOLA – , 16 Februari 2025– Sepak bola Indonesia kembali mencatatkan sejarah membanggakan. Timnas Indonesia U- 23 secara formal masuk ke Pot 1 dalam undian Kualifikasi Piala Asia U- 23 2026. Pencapaian ini ialah buah dari performa gemilang skuad Garuda Muda di ajang internasional dalam sebagian tahun terakhir.
Keberhasilan ini menempatkan Indonesia sejajar dengan tim- tim kokoh Asia semacam Jepang, Korea Selatan, serta Uzbekistan, yang pula terletak di Pot 1. Dengan demikian, Indonesia bebas dari pertemuan dengan raksasa- raksasa Asia di fase tim kualifikasi.
” Prestasi ini bukan cuma hasil kerja keras para pemain, namun pula pelatih, staf, serta sokongan luar biasa dari warga Indonesia. Ini merupakan langkah besar mengarah impian kita bersinar di Asia,” ucap pelatih Timnas U- 23, Shin Tae- yong, dalam konferensi pers.
Masuknya Indonesia ke Pot 1 pula berarti kesempatan besar buat lolos ke putaran final terus menjadi terbuka lebar. Tim- tim yang hendak dialami di fase tim cenderung lebih balance, membolehkan Indonesia tampak lebih kompetitif.
Pencapaian ini diraih sehabis performa luar biasa Timnas U- 23 di bermacam turnamen, tercantum kemenangan memiliki di SEA Permainan 2023 serta semifinal Piala Asia U- 23 2024. Konsistensi mereka dalam mengalami lawan- lawan tangguh jadi kunci keberhasilan.
Di media sosial, berita ini disambut dengan bersemangat oleh para penggemar. Tagar#GarudaMudaPot1 apalagi jadi trending topic di Twitter, dengan ribuan netizen mengatakan kebanggaan mereka.
Saat ini, tantangan selanjutnya merupakan meyakinkan keahlian di lapangan. Dengan masuknya ke Pot 1, warga Indonesia berharap skuad Garuda Muda sanggup mengukir prestasi lebih besar di Piala Asia U- 23 2026.
” Mari, Garuda Muda! Kami menunjang kamu buat terus terbang lebih besar!” tulis seseorang netizen di media sosial.
Ekspedisi panjang masih menanti, namun langkah besar ini menampilkan kalau masa depan terang sepak bola Indonesia bukan lagi mimpi belaka.
Timnas Indonesia U-20 bakal menantang Uzbekistan pada Minggu (16/2) di Shenzhen Youth Football Training Base Centre Stadium, Shenzhen. Pertandingan itu menjadi yang kedua bagi kedua kesebelasan di Grup C Piala Asia U-20 2025.
Pelatih Timnas Indonesia U-20, Indra Sjafri membeberkan kondisi para pemainnya. Garuda Muda sebelumnya dihajar Iran tiga gol tanpa balas pada Kamis (13/2) dalam partai pertama Grup C Piala Asia U-20 2025.
Pemulihan Mental
Lebih lanjut, selain recovery fisik, Timnas Indonesia U-20 juga melakoni pemulihan mental. Kekalahan telak dari Iran kini telah dilupakan Garuda Muda.
“Yang kedua adalah recovery mental mereka selama 20 jam terakhir mereka sudah mulai pulih dan sekarang adalah latihan untuk persiapan melawan Uzbekistan besok,” kata Indra Sjafri.
Hanya ada satu target untuk Timnas Indonesia U-20 apabila ingin menghidupkan peluang di Grup C Piala Asia U-20 2025. Garuda Muda harus menang atas Uzbekistan.
“Dan alhamdulillah semua pemain dalam keadaan siap dan insyaallah besok bisa mencapai nilai positif,” imbuh Indra Sjafri.
Daftar 23 Pemain Timnas Indonesia U-20 di Piala Asia U-20 2025
PUSAT BOLA – Harapan besar kembali membuncah buat sepak bola Indonesia. Regu Nasional Indonesia U- 20 saat ini tengah mempersiapkan diri secara intensif jelang keikutsertaan mereka di Piala Dunia U- 20 yang hendak diselenggarakan pada tahun 2025. Dengan semangat juang besar serta sokongan dari segala warga, skuad muda Garuda diharapkan sanggup membagikan penampilan terbaik di panggung dunia.
Dalam tahap latihan yang berlangsung di Jakarta, pelatih kepala Timnas U- 20, Indra Sjafri, melaporkan optimismenya terhadap performa regu.” Kami sudah memandang progres yang luar biasa dari para pemain. Mereka tidak cuma menampilkan skill orang yang bertambah, namun pula kerja sama regu yang solid,” ucapnya dalam konferensi pers.
Skuad Garuda Muda ini diisi oleh pemain- pemain berbakat yang sudah menonjol di liga dalam negeri serta kompetisi internasional. Salah satunya merupakan Arhan Pratama, yang jadi sorotan sehabis tampak gemilang di turnamen lebih dahulu.” Kami hendak membagikan yang terbaik buat membanggakan Indonesia,” ucap Arhan dengan penuh semangat.
Persiapan tidak cuma dicoba di dalam negara. Timnas U- 20 pula dijadwalkan menempuh serangkaian uji coba melawan tim- tim Eropa serta Amerika Selatan guna tingkatkan pengalaman bertanding mereka. Pertandingan melawan Portugal U- 20 serta Brasil U- 20 sudah dikonfirmasi selaku bagian dari program tersebut.
Netizen di media sosial ramai- ramai membagikan sokongan kepada Timnas U- 20. Tagar#GarudaMuda2025 apalagi pernah jadi trending topic di Twitter, menunjukkan tingginya antusiasme warga terhadap kiprah regu ini di Piala Dunia.
Dengan semangat yang membara serta persiapan yang matang, harapan besar dipikul oleh Timnas U- 20 buat mencatatkan sejarah baru untuk sepak bola Indonesia. Seluruh mata saat ini tertuju pada ekspedisi mereka, dengan doa serta sokongan yang tidak sempat surut dari segala penjuru negara.
PUSATBOLA, Jakarta Timnas Indonesia U-20 akan menghadapi ujian berat saat bertemu Uzbekistan U-20 dalam matchday kedua Grup C Piala Asia U-20 2025. Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 16 Februari 2025, pukul 18.30 WIB di Shenzhen Youth Football Training Base Centre Stadium, Shenzhen, China.
Garuda Muda wajib meraih poin penuh untuk menjaga asa lolos ke babak gugur. Sebelumnya, tim asuhan Indra Sjafri harus menelan kekalahan pahit 0-3 dari Iran U-20 pada laga perdana. Hasil ini menempatkan Indonesia di posisi juru kunci klasemen, sementara Uzbekistan berada di urutan kedua usai menang tipis 1-0 atas Yaman.
Pelatih Indra Sjafri menyadari bahwa pertandingan melawan Uzbekistan bukan perkara mudah. Namun, Indra juga menegaskan bahwa dirinya akan melakukan analisis mendalam terhadap permainan Uzbekistan untuk mencari celah kelemahan lawan.
Jadwal Timnas Indonesia U-20 vs Uzbekistan Minggu 16 Februari 2025
Berikut jadwal Timnas Indonesia U-20 yang akan menghadapi Uzbekistan:
Hari/Tanggal: Minggu, 16 Februari 2025
Waktu Kick-off: 18.30 WIB
Stadion: Shenzhen Youth Football Training Base Centre Stadium, Shenzhen, China
Siaran Langsung: RCTI, GTV
Link Live Streaming Timnas Indonesia U-20 vs Uzbekistan
Performa Kedua Tim
Indonesia U-20: Misi Kebangkitan
Timnas Indonesia U-20 harus berbenah setelah kekalahan telak dari Iran. Indra Sjafri diprediksi akan tetap mengandalkan pemain kunci seperti Jens Raven, Welber Jardim, Toni Firmansyah, dan Dony Tri Pamungkas. Kelemahan dalam mengantisipasi bola-bola atas dan duel satu lawan satu menjadi pekerjaan rumah utama bagi Garuda Muda.
Uzbekistan U-20: Kepercayaan Diri Tinggi
Di sisi lain, Uzbekistan datang dengan modal positif setelah menang atas Yaman. Pelatih Farkhod Nishonov kemungkinan akan melakukan rotasi untuk menjaga kebugaran pemainnya. Uzbekistan juga memiliki rekor cukup baik melawan Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, yang menjadi tantangan tersendiri bagi skuad Garuda.
Jangan lupa untuk saksi kan live streaming Timnas indonesia U-20 vs Uzbekistan
PUSATSPORT – Federasi Sepak bola Inggris, FA, resmi menjatuhkan dakwaan kepada Liverpool dan Everton atas kericuhan yang terjadi usai derby Merseyside pada Rabu (12/2/2025) di Goodison Park. Komisi Disiplin FA menilai, Liverpool dan Everton terindikasi melanggar Kode Disiplin.
Memang, usai peluit panjang dibunyikan wasit Michael Oliver, terjadi ketegangan di lapangan. Semua disebabkan oleh aksi gelandang Everton, Abdoulaye Doucoure, yang berselebrasi dengan gestur meminta fans Liverpool diam.
Aksi Doucoure memancing emosi gelandang Liverpool, Curtis Jones. Akhirnya, dia mengonfrontasi Doucoure dan keributan massal terjadi.
1. Gagal kendalikan situasi.
Situasi begitu kacau usai Jones dan Doucoure bersitegang. Awalnya, beberapa pemain Everton mau memisahkan mereka, namun situasi malah jadi lebih runyam dan keributan besar terjadi.
“Diduga, kedua klub gagal memastikan pemain dan/atau penghuni area teknis berperilaku dengan cara yang pantas dan/atau provokatif setelah peluit akhir,” begitu pernyataan FA mengutip Daily Mirror.
2. Slot juga didakwa FA
Tak cuma Liverpool, pelatih Arne Slot juga didakwa FA. Secara individu, Slot dianggap telah melakukan aksi tak pantas dan ofensif terhadap Oliver.
Itu terjadi ketika Slot berjabat tangan dengan Oliver. Dalam laporan usai laga, Oliver menuliskan jika jabat tangan Slot sebagai bentuk intimidasi.
“Emosi saya lepas kendali. Jika bisa mengulang, saya ingin bertindak lebih baik. Sepak bola adalah olahraga emosional, terkadang seseorang membuat keputusan yang salah dan itu yang saya lakukan,” kata Slot.
3. Slot salahkan Jones, Moyes tak benarkan Doucoure
Aksi Doucoure, diakui manajer Everton, David Moyes, menjadi pemicu keributan. Dia mengakui aksi Doucoure menjadi bentuk provokasi dan membuat Everton dirugikan.
“Kami harus hati-hati apa yang dilakukan. Tak mudah menjaga kedisiplinan dalam duel seperti ini, apalagi risiko diusir wasit sangat besar,” kata Moyes dilansir Metro.
Slot juga tak membenarkan tindakan Jones. Meski senang dengan sikapnya yang membela The Reds, Slot merasa Jones bisa bertindak lebih baik.
“Saya suka pemain yang membela timnya, tapi ada cara lain yang lebih baik. Saya akan bicara dengannya soal ini,” kata Slot.
PUSATSPORT , Pernah jadi bagian dari Jerman Timur, FC Magdeburg tak lebih dari instrumen politik Partai Persatuan Sosialis Jerman atau Sozialistische Einheitspartei Deutschlands (SED). Bahkan, salah satu faktor kemunduran mereka pada 1980-an adalah buah keputusan partai tersebut yang mencopot pelatih Heinz Kruegel. Padahal, sepanjang era 1970-an, mereka adalah klub yang mencetak banyak prestasi. Salah satunya jadi tim Jerman Timur satu-satunya yang berhasil memenangkan European Cup Winner’s Cup (kini bernama UEFA Europa League) pada 1974.
Tak pelak, klub itu harus puas berlaga di liga kasta bawah selama beberapa dekade setelah Jerman bersatu. Sampai pada 2020-an, mereka mulai mengalami kemajuan berarti. Dimulai dengan promosi ke Bundesliga 2 pada 2022/2023 dan sempat memuncaki klasemen sementara liga kasta kedua Jerman itu pada pertengahan musim 2024/2025. Apa yang mendorong tren positif FC Madgeburg?
1. FC Magdeburg mengalami kemajuan di bawah pelatih Christian Titz
Kemajuan pesat FC Magdeburg sedikit banyak dipengaruhi kehadiran Christian Titz. Ia menduduki kursi pelatih sejak Februari 2021 dan belum tergantikan hingga kini. Ini artinya Titz pula yang berhasil mengantar Magdeburg kembali ke Bundesliga 2 pada 2022 setelah terakhir kali mengicip liga kasta kedua itu pada 2018/2019.
Merujuk analisa Total Football Analysis, Titz punya pendekatan yang cukup unik, yakni memberikan tugas ganda untuk beberapa pemainnya. Kiper Dominik Reimann misalnya, ia minta untuk bisa ikut membantu mengalirkan bola sehingga dalam situasi tertentu berperan layaknya bek tengah. Di sisi lain, bek tengah didorongnya untuk bergerak di sisi kiri dan kanan lapangan untuk menambah daya gedor dan membuat terobosan. Ia juga memasang dua pemain pivot untuk memperlancar aliran bola ke depan.
Taktiknya lumayan efektif, Magdeburg jadi tim dinamis yang atraktif. Meskipun harus diakui komposisi final third mereka terkadang kurang efisien dan jeli memanfaatkan peluang. Celah bagi pemain lawan untuk melakukan tekanan juga masih sering terbentuk karena kurangnya kerja sama pemain, terutama dua pemain pivot andalan Titz, Daniel Elfadli dan Silas Gnaka. Meski begitu, Titz berhasil membantu Magdeburg bertahan di Bundesliga 2 dengan menduduki peringkat 11 pada klasemen akhir 2022/2023.
2. Musim 2023/2024 bukan musim terbaik mereka, tetapi Christian Titz segera mengevaluasi timnya
Pada 2023/2024, masih bersama Titz, FC Magdeburg yang tak mengalami banyak gejolak di komposisi pemain menjalankan taktik yang kurang lebih sama. Sayangnya, mereka harus puas berada di posisi 14. Terselamatkan dari relegasi, Titz segera melakukan evaluasi di timnya. Produktivitas gol mereka pada musim 2024/2025 membaik.
Hingga laga ke-21, mereka sudah menciptakan 44 gol, cukup tinggi dibanding pemuncak klasemen Bundesliga 2 saat ini, FC Koln yang hanya mengantongi 36 gol. Angka itu juga termasuk tertinggi di liga tersebut. Mereka hanya tertinggal dari Hamburger SV dengan 47 gol. Titz tampaknya sudah memperbaiki komposisi final third timnya yang selama ini jadi salah satu titik lemah. Keputusan mereka mendatangkan striker Martijn Kaars dari Helmond Sport dan melepas Elfadli ke Hamburger SV ternyata terbukti tepat. Mereka bahkan sempat memuncaki klasemen sementara sampai akhir Januari 2025 sebelum akhirnya diselip FC Koln, Hamburger, dan 1. FC Kaiserslautern.
3. Perkasa saat bertandang, tetapi tak berdaya di kandang sendiri
Menariknya, rekor baik mereka disertai sebuah fakta yang cukup ganjil. Sepanjang 2024/2025, FC Magdeburg belum pernah menang di kandang sendiri. Sembilan kemenangan mereka (sampai matchday-21) diraih saat bertandang ke kandang lawan. Di markas sendiri, mereka justru menelan 3 kekalahan dan 7 kali seri. Ini tentu hasil yang susah diterima puluhan ribu pendukung setia mereka yang tak pernah gagal memadati MDCC-Arena, markas klub itu.
Padahal, berdasar statistiknya, Magdeburg kerap mendominasi penguasaan bola dengan akurasi operan yang juga tinggi. Kelemahan mereka ada di jumlah dan akurasi tembakan yang cukup rendah dibanding tim tamu. Namun, bila melihat statistik mereka pada laga-laga tandang, sebenarnya polanya tak jauh beda. Hanya saja, penguasaan bola mereka saat bertandang relatif seimbang dengan lawan dan bisa jadi itu pula yang membuat pemain terdorong untuk memanfaatkan celah seoptimal mungkin.
Terlepas dari itu, ini adalah momen penting untuk FC Magdeburg. Mereka adalah perwakilan eks-Jerman Timur pertama yang bercokol di papan atas Bundesliga 2 sejak 5 musim terakhir. Terakhir rekor itu dipegang Union Berlin pada 2018/2019. Bisakah mereka mengikuti jejak rekan sejawat mereka itu dan mengulang era emas 1970-an?